Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Koleksi Bramanta Wijaya (Dream.co.id/Annisa Mutiara)
Dream - Menutup 2018, desainer muda Bramanta Wijaya memamerkan koleksi terbaru. Bertajuk Tresno, koleksi ini merupakan seri terakhir dari trilogi Iman, Pengharapan dan Kasih.
'Tresno' yang dalam bahasa Jawa berarti cinta mencerminkan kecintaan Bramanta terhadap ragam budaya.
" Memang benar saya peranakan Tionghoa, tapi saya juga orang Jawa. Di sini aku ikut tambahkan unsur gaya Eropa. Aku merasa fashion bisa menyatukan banyak hal," ujarnya di Jakarta, akhir pekan lalu.

Sebanyak 24 dress bergaya kontemporer klasik diluncurkan dengan sentuhan tradisional. Teknik blockstamp membuat beberapa kain terlihat menyerupai batik.
" Prosesnya hampir sama, tapi ini bukan batik. Ada satu yang Jawa banget, serta empat piece berteknik bordir benang. Sisanya memakai lace dan embroidery," ia memaparkan.
Jika biasanya identik dengan warna putih, kali ini ia mencoba porcelain blue pada siluet jubah bangsawan Dinasti Qing.

Aksen bordir berhias motif bunga krisan menyuarakan ekspresi Peranakan dengan budaya Eropa. Ada juga motif Mega Mendung dan geometris yang melambangkan pesisir utara Jawa.
Pagelaran Tresno turut diiringi dengan perpaduan musik Jawa oriental.
" Saya pilih lagu dangdut Banyuwangi, judulnya Impen Impenen. Ada sedikit alunan musik oriental di dalamnya," tuturnya.
Koleksi Eropa klasik juga tak luput digarapnya. Kali ini, siluetnya mulai mengarah ke modest fashion.
" Tahun lalu kan masih mermaid line, kalau sekarang fashion lebih ke modest. Dibentuk A-line agar tidak terlalu body hugging," ia mengimbuhkan.
Sebagai pamungkas, Bramanta ingin menjadikan Tresno sebagai pesan untuk tidak menyerah akan cinta.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya