AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Masker Kulinara
Dream - Para tenaga medis masih terus berjuang untuk menghadapi pandemi Covid-19 hingga saat ini. Harus mengenakan APD, jauh dari keluarga, risiko tertular, hingga nyawa jadi taruhan.
Apresiasi tentunya penting untuk diberikan pada seluruh tenaga kesehatan, baik dokter, perawat, bidan, petugas rumah sakit, serta relawan. Dengan latar belakang tersebut, PT Inti Sasa (Sasa), perusahaan bumbu masak Indonesia, berkolaborasi dengan Didiet Maulana, desainer dan Founder IKAT indonesia, membuat masker dengan motif yang merepresentasikan kuliner Indonesia, dengan nama Kulinara (Kuliner Nusantara).
Kulinara bukanlah masker medis, jadi dalam penggunaan adalah untuk masker kain yang dipakai di depan masker medis. Didiet merancangnya dengan nuansa motif Indonesia yang kental.
" Sasa berkreasi menciptakan rasa masakan dan membawa kekuatan citarasa lokal. Demikian pula saya yang memiliki visi untuk menciptakan desain bercorak Indonesia untuk menumbuhkan rasa bangga akan negeri ini," kata Didiet.
Menurutnya, proses pembuatan masker ini berlangsung cukup singkat. Diawali dengan proses bertukar ide dan konsep dengan tim Sasa untuk desain Kulinara kemudian masuk ke proses produksi yang ternyata memakan waktu cukup lama.
Pasalnya, semua tim yang terlibat dalam pembuatan masker ini berusaha bekerja dengan mentaati peraturan protokol kesehatan. Rupanya ada tantangan dalam membuat masker ini.
" Bagian paling menantang dalam proses Kulinara adalah saat mendesain, kita harus berpikir ke depan. Bagaimana desain yang dibuat itu benar-benar bisa
mendukungpemakainya. Ketika kita bicara masker, Kulinara bukan masker medis, namun ini tetap bisa mendukung para nakes dalam keseharian mereka. Saat mereka di jalan atau di luar area ruang kesehatan. Jadi hal ini harus bisa menjadi sesuatu yang dibanggakan, secara desain harus unik dan
berbeda," ungkap Didiet.
View this post on Instagram
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli