Prabowo Ramai-Ramai Dicalonkan Lagi, Mengapa Gibran Belum Diajak?
Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan
Ingin Memperlambat Penuaan? Studi Ungkap Hal yang Mungkin Membantu dan yang Ternyata Tak Banyak Berpengaruh
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
Pertamina Hulu Energi Akuisisi PI 3 WK di Kaltim, Salah Satunya di Lokasi Temuan Cadangan Gas Raksasa Tahun 2023
Dream - Tubuh langsung 'menyiapkan' diri ketika pembuahan berhasil dan kehamilan terjadi. Bukan hanya rahim yang merenggang, tapi juga setiap kerja organ dalam tubuh. Setiap aspek dalam tubuh seperti bekerja sama untuk menjaga kehamilan bisa bertahan hingga persalinan.
Hormon lah yang mengatur semuanya. Bukan hanya setelah melahirkan, bahkan setelahnya. Tetap bekerja keras agar tubuh ibu bisa mengeluarkan air susu yang sangat dibutuhkan bayi.
Setelah melahirkan, hormon endorfin akan mengambil peran dominan. Hormon yang memunculkan perasaan baik ini akan membantu ibu mengatasi rasa sakit setelah melahirkan. Levelnya bakal meningkat selama 24 jam.
" Kebanyakan perempuan merasa seperti manusia super setelah melahirkan, melegakan, merasa puas dan percaya diri. Hal ini karene hormon endorfin," ujar Babicki-Farrugia, seorang dokter kandungan seperti dikutip dari Todays Parent.
Pada hari ketiga dan keempat, hormon endorfin akan mengalami penurunan yang serius. Setelah tubuh melepaskan plasenta, semua hormon yang dihasilkannya seperti estrogen, progesteron, relaxin, hCG, dan HPL, juga akan mengikuti.
Dalam masa-masa penurunan tersebut, banyak ibu mengalama depresi, merasa sendiri, ketakutan dan sebagainya. Penurunan level hormon tersebut merupakan penyebab utamanya.
" Apalagi ibu kurang tidur karena kerap terbangun sepanjang malam mengurus bayi. Faktor tersebut juga mempengaruhi kondisi psikologisnya," kata Farrugia.
Perubahan hormon setelah melahirkan tak semuanya buruk. Ketika bayi mulai menyusu, hormon prolaktin meningkat dan itu menstimulasi produksi ASI. Suatu umpan balik yang penting ketika ibu menampung persediaan ASI.
" Kadar prolaktin juga naik di malam hari, sehingga sangat bayi lebih aktif minum ASI di malam hari dan ini sangat melelahkan bagi ibu," ujar Farrugia.
Demi menstabilkan emosi dan mengurangi risiko depresi, perbanyaklah kontak kulit dengan bayi. Berpelukan, bersentuhan akan memicu pelepasan oksitosin, dan mampu membangun ikatan emosi.
" Oksitosin yang tinggi berarti produksi ASI akan lebih mudah dan ibu juga mulai menikmati peran barunya," kata Ferrugia.
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya

Prabowo Ramai-Ramai Dicalonkan Lagi, Mengapa Gibran Belum Diajak?

Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan
