Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Pengalaman mengerikan dialami seorang gadget freak. Seorang wanita di China menderita pendarahan di otak akibat terlalu lama menatap layar ponsel.
Menurut Kankan News, wanita yang tak disebutkan namanya itu menatap layar ponselnya selama 20 jam tanpa henti saat melakukan perjalanan dengan kereta api.
Wanita berusia 47 tahun itu hendak kembali dari acara mudik di kota asalnya di Henan. Dia naik kereta api menuju Guangzhou merayakan Tahun Baru Imlek di kampungnya.
Seperti penumpang lainnya, ia menggunakan ponsel untuk membunuh rasa bosan selama dalam perjalanan jauh tersebut.

Saat itu kereta api penuh dengan penumpang. Hal ini membuat dia sulit bergerak. Wanita itu harus berdiri dengan posisi tubuh yang sama.
Dalam perjalanan yang berlangsung selama 20 jam itu, dia menopang dagunya dengan tangan kanannya.
© (Foto: Mynewshub.cc)
Dream - Begitu sampai stasiun tujuan, wanita itu jatuh pingsan tak lama setelah turun dari kereta api. Dia segera dirawat di rumah sakit.
Menurut alat pemindai CAT, terdapat beberapa gumpalan darah beku di dalam otaknya.
Dokter melakukan operasi selama tiga jam dengan mengeluarkan gumpalan darah untuk mencegah terjadinya sumbatan aliran darah.
Jika tidak dilakukan operasi segera, sumbatan aliran darah ke otak akan menyebabkan kematian bagi wanita tersebut.
" Kami mengeluarkan banyak gumpalan darah, berukuran sekitar 2 sentimeter. Ukuran tersebut tidak normal karena dua kali lebih besar daripada biasanya," kata Meng Heng, ahli bedah saraf dari Rumah Sakit Terafiliasi Pertama di Universitas Jinan, Guangzhou.
" Mungkin karena dia berada dalam posisi tubuh yang sama terlalu lama, menyebabkan pembuluh darah di ujung lehernya menjadi tertekan," kata Heng lagi.
Dalam catatan medisnya, wanita itu tidak pernah menderita penyakit kronis dan sehat sebelum kejadian.
Sementara itu, wanita tersebut saat ini sedang beristirahat untuk memulihkan kesehatannya di rumah sakit, sambil sesekali bermain ponsel di saat waktu senggang.
(Sumber: mynewshub.cc)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?