Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Foto: Shutterstock
Dream - Warna alis adalah salah satu ciri visual yang paling dikenal dari tubuh manusia. Alis memiliki korelasi yang kuat dengan warna rambut.
Sekilas kita melihat warna asli dan rambut sama. Tetapi tidak di mata para ilmuwan. Mereka percaya akan adanya komponen genetik yang tumpang tindih dan unik dari kedua bagian tubuh tersebut.
Penelitian sebelumnya tentang mata, rambut, dan warna kulit manusia telah mengidentifikasi beberapa varian gen, tetapi belum ada temuan untuk warna alis yang dilaporkan.
Xinhua melaporkan, untuk studi baru ini, para peneliti dari China, Belanda, Australia, Inggris dan Amerika Serikat, menganalisis sampel 6.513 orang Eropa.
Setelah itu, mereka memilah warna alis menjadi empat kategori, yakni merah, pirang, coklat dan hitam.
Dilansir dari The Health Site, berikut ini faktor penyebabnya:

Mereka menemukan bahwa 9 gen, yang sebelumnya dikenal sebagai gen pigmentasi, dapat mempengaruhi warna alis dan rambut.
Salah satunya adalah varian gen MC1R, yang membuat alis berwarna pirang dan rambut menjadi merah.
Selain itu, ada C10orf11 yang merupakan gen yang baru diidentifikasi, yang hanya memengaruhi warna alis.
Dengan temuan ini, para peneliti mengembangkan model simulasi komputer untuk prediksi warna alis. Simulasi komputer itu diharapkan semakin membaik dengan mempelajari usia yang berbeda.

Fan mengatakan model simulasi prediksi warna alis berbasis DNA seperti itu akan meningkatkan penelitian fenotip manusia.
" Simulasi seperti itu juga berguna dalam aplikasi forensik di masa depan," kata Liu Fan, penulis utama penelitian dari Beijing Institute of Genomics di Chinese Academy of Sciences, China.
Berdasarkan penemuan baru ini, polisi dan pihak yang terkait dapat lebih akurat menyimpulkan rambut, mata, kulit, warna alis dan informasi fenotip lainnya hanya dari sampel DNA.
Warna alis dikendalikan oleh gen yang mempengaruhi produksi pigmen. Melanin, misalnya, adalah pigmen pelindung yang dapat memblokir radiasi ultraviolet.
Kelainan gen terkait melanin dapat menyebabkan banyak penyakit, seperti albinisme, dan meningkatkan risiko kanker kulit.
Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang gen pigmentasi akan membantu meningkatkan pengobatan penyakit ini.
Penemuan baru tentang 9 gen dalam alis ini telah diterbitkan dalam Journal of Investigative Dermatology.(Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya