Muncul di Jepang Sejak Tahun 80-an, Pangan Fungsional Bisa Tingkatkan Kesehatan

Reporter : Ferdike Yunuri Nadya
Jumat, 2 September 2022 07:12
Muncul di Jepang Sejak Tahun 80-an, Pangan Fungsional Bisa Tingkatkan Kesehatan
Tidak untuk sumber gizi tapi meningkatkan kesehatan dan menurunkan risiko terserang penyakit

Dream - Selama ini Sahabat Dream mungkin sering mendengar istilah makanan pokok atau makanan pendamping. Pernahkah kamu mendengar makanan fungsional yang jarang terdengar di telinga masyarakat?

Konsep makanan fungsional sebetulnya sudah ada di Jepang sejak tahun 80an. Definisi pangan fungsional itu adalah pangan yang mempunyai khasiat dan fungsional yang ekstra di luar fungsional zat gizi.  

“ Tidak untuk sumber gizi tapi meningkatkan kesehatan,” jelas dr. Widjaja Lukito, Anggota Tim Pakar Program Indofood Riset Nugraha pada acara Program Indofood Riset Nugraha, Rabu 31 Agustus 2022.

Dikenal akan manfaatnya dalam mengoptimalkan kesehatan tubuh dan menurunkan risiko terserang penyakit, makanan fungsional ini dikembangkan di Indonesia.

1 dari 3 halaman

Makanan Fungsional Konvensional

Makanan fungsional dibagi menjadi dua yakni konvensional dan modifikasi. Jenis konvensional adalah makanan yang memang sudah mengandung zat gizi di dalamnya tanpa perlu dimodifikasi.

Tangkapan Layar Ferdike Yunuri Nadya/ Dream

“ Misal tempe berprotein, itu konvensional, kalau. Punya sifat lain ada sumber antioksidan misal punya mikroorganisme lain, ini berfungsi memberi khasiat ekstra,” tambah dr. Widjaja.

Shutterstock

Berbeda dengan konvensional, makanan fungsional modifikasi umumnya telah diolah dan diperkaya dengan nutrisi tambahan.

“ Misalnya bahan makanan yang karbohidrat beberapa sulit dicerna, karena itu ada tambahan kandungan fiber tinggi jadi kalau dikonsumsi kenyang tidak meningkatkan gula darah,” tambah dr. Widjaja Lukito.

 

2 dari 3 halaman

Tangkapan Layar Ferdike Yunuri Nadya/ Dream

Meningkatkan upaya eksplorasi sumber pangan baru yang berasal dari laut dan darat, baik sumber daya nabati maupun hewani, Indofood melalui Program Indofood Riset Nugraha tahun akademik 2022/2023 mengajak mahasiswa S1 tingkat akhir untuk meneliti potensi pangan Indonesia.

Program ini terbuka bagi mahasiswa S1 dari berbagai jurusan yang tengah menyelesaikan tugas akhir. Objek penelitian adalah sumber pangan yang berasal dari pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, kelautan serta perternakan.

Adapun cakupan bidang penelitian meliputi bidang agro teknologi (budidaya), teknologi proses dan pengolahan, gizi dan kesehatan masyarakat, serta bidang sosial, budaya, ekonomi dan pemasaran. Untuk mendapatkan dana penelitian, mahasiswa harus mendaftarkan proposal penelitiannya melalui website Indofood mulai tanggal 1 hingga 30 September 2022.

3 dari 3 halaman

Beri Komentar