Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
�© MEN
Dream - Hampir semua orang memiliki pandangan negatif tentang gadget. Terutama orangtua, yang cenderung membatasi dan melarang anaknya untuk menggunakan gadget.
Berbagai alasan pun jadi penyebabnya. Padahal gadget memiliki manfaat seperti membantu pembelajaran, bahkan melatih kemampuan diri.
Maka dari itu, orangtua perlu mengetahui lebih jauh dampak positif gadget. Kuncinya adalah mengajarkan anak untuk memakainya agar berdampak positif.
" Pendidik dan orangtua menganggap gadget adalah hal negatif, dan itu beralasan. Masalahnya, mereka belum paham dampak positifnya. Tugas orangtua adalah mengajarkan anaknya untuk memakai gadget untuk hal positif," ujar Indra Charismiadji, Pengamat dan Praktisi Pendidikan dan Sains di Hongkong Cafe, Jakarta Pusat.
Ketika orangtua bisa membuat anak menjadikan gadget sebagai alat kerja atau belajar, penggunaannya tidak akan berlebihan lagi. Bahkan, anak tidak akan tertarik menggunakannya untuk hal yang kurang bermanfaat.

" Saat mereka sudah menjadikan gadget sebagai alat kerja, mereka nggak akan mau 24 jam main gadget terus karena anak sekarang juga gampang jenuh," kata Indra.
Sebaliknya, anak akan mencari kegiatan di luar ruangan. Kegiatan yang lebih seru seperti berolahraga atau bergaul dengan teman sejawat.
" Kita (orangtua) juga harus pintar-pintar mengatur supaya kegiatan mereka tidak monoton dan mereka tidak terpaksa melakukan kebiasaan baru. Kita harus menumbuhkan rasa ingin tahunya, jadi mereka bisa belajar sendiri," kata Indra.

Jika anak suka main game, orangtua bisa mencoba memancing rasa ingin tahunya dengan bertanya apakah mereka mampu membuat apa yang sedang dimainkan. " Anak kalau dibangkitkan rasa ingin tahu dan merasa asyik, mereka akan kecanduan yang produktif. Jadi, dampaknya bukan negatif lagi," tutupnya.
Dream - Gadget jadi hal yang sangat sulit dilepaskan. Terutama bagi mereka yang bekerja secara online atau di dunia digital.

Saat memiliki waktu istirahat, rasanya 'tak rela' menaruh gadget begitu saja di meja. Selalu ingin menggenggam, baik untuk mengambil foto, video atau mengunggah sesuatu ke media sosial.
Tanpa disadari, penggunaan gadget berdampak buruk kondisi fisik dan psikologis.
Pemakaian gadget, terutama media sosial yang berlebihan dapat mengurangi aktivitas fisik, menyebabkan gangguan tidur serta stres. Bahkan menurut Vera Itabiliana, seorang psikolog, gadget seperti 'racun'.

Konten di dalamnya bisa berdampak buruk pada kesehatan psikologis. Terutama, konten media sosial yang tak diketahui kejelasannya.
" Toxic-nya dinilai dari seberapa jauh kita masukin konten ke hati dan pikiran. Kalau kepikiran berarti sudah nggak sehat," ujar Vera dalam sebuah acara di FX Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa 30 Juli 2019.
Sayangnya, hal tersebut seringkali tidak disadari oleh banyak orang. Untuk menghindari penggunaan gadget berlebihan, kamu harus menyeimbangkan dunia offline dan online.

" Harus ada orang lain yang mengingatkan. Kalau ada yang mulai terganggu dengan kebiasaan memakai gadget, berarti mulai berlebihan," ujar Vera.
Menurutnya, lihat kembali aktivitas harian. Mulai dari makan, tidur, bekerja hingga bersosialisasi. Jika kebanyakan aktivitas harian dihabiskan dengan bermain gadget, pertanda kamu harus taruh gadget kesayangan dan cari aktivitas lain.
Jangan sampai kamu sangat aktif di dunia online, tapi di kehidupan sebenarnya malah seperti kehilangan arah dan teman. Kuncinya adalah hidup secara seimbang.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan