5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Karl Lagerfeld (Foto: Shutterstock)
Dream - Bapak fashion dunia, Karl Lagerfeld mengembuskan napas terakhirnya di Paris, Selasa 19 Februari 2019. Karl meninggal di usia 85 tahun.
Kabar itu diumumkan oleh rumah mode Chanel lewat akun resmi Instagramnya.
" Dengan duka yang amat mendalam, House of CHANEL mengumumkan bahwa Karl Lagerfeld, Creative Director dari CHANEL Fashion House sejak 1983 telah meninggal dunia," tulis Chanel di keterangan foto.
Pria berdarah Jerman itu merupakan tokoh fashion paling ikonik di dunia. Sejak bergabung di Chanel, ia berhasil meneruskan karya Coco Chanel, founder dari brand kenamaan Paris.

Paris Fashion Week Womenswear Spring/Summer 2019 (Foto: Shutterstock)
Dilansir dari Vogue, salah satu karya yang paling terkenal adalah tweed skirtsuits. Busana dari bahan wol itu telah menjadi ciri khas Chanel sejak masa kepemimpinan Carl.

Chanel Classic Handbag (Foto: Chanel)
Tak ketinggalan dengan handbag klasik beraksen quilt. Dilengkapi dengan logo 'Double C', tas tersebut selalu masuk ke dalam daftar koleksi barang mewah sosialita.
Karyanya itu merupakan wujud penghormatan kepada Coco yang meninggal dunia pada 1971.
" Tugasku bukanlah melakukan apa yang telah ia (Coco) lakukan sebelumnya, melainkan apa yang memang akan ia lakukan bila masih hidup," tutur Karl, seperti tertera di keterangan foto.
Sebagai desainer, tak heran jika pria bernama lengkap Karl Otto Lagerfeld itu selalu tampil di ajang fashion bergengsi.
Karyanya sudah melenggang di berbagai panggung runway. Soal konsep, karyanya memang patut diacungi jempol. Ia kerap menciptakan fashion unik yang berkelas. Presentasinya pun sangat memukau.
Seperti di perhelatan Chanel Métiers d’Art pada Desember 2018. Ia menyulap Kuil Dender, salah satu bangunan bersejarah di New York menjadi sebuah piramida.
Dilansir dari Marie Claire, ia menampilkan 85 busana dengan konsep Egypt. Desainnya kental dengan nuansa emas pada zaman Mesir kuno. Salah satu yang mencuri perhatian adalah model yang berjalan dengan kaki emas.
Pertunjukan lain yang tak kalah ikonik adalah Chanel Spring/Summer 2018. Dihelat di Grand Palais, Prancis, para model berjalan di depan air terjun indoor raksasa.
View this post on InstagramFilm of the #CHANELSpringSummer 2018 show. See the full video on chanel.com through link in bio #PFW
Bahan plastik transparans disulapnya menjadi haute couture fashion berkelas.
Setelah kepergiannya, karya Karl akan diteruskan oleh Virginie Viard yang sebelumnya menjabat sebagai Director of Chanel Fashion Creation Studio. Ia telah berkolaborasi dengan Karl Lagerfeld selama lebih dari 30 tahun. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
