Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Credit: Adira Finance
Setiap bisnis selalu ada omzetnya. Hal itu pun tak terkecuali juga terjadi pada industri kriya. Selain produk ini tak mudah busuk layaknya produk makanan, produk kriya juga bisa disesuaikan dengan keinginan pelanggan. Jika dikelola dengan maksimal, bisnis di bidang kriya pun bisa mendulang banyak pundi-pundi keuntungan.
Hal inilah yang ditegaskan oleh Leka Putra. Sebagai seniman profesional, Leka mengungkapkan jika ia bisa mendapatkan banyak keuntungan besar lewat sebuah lukisan yang diaplikasikan di berbagai media. Secara detail, ia pun menjelaskannya dalam acara workshop di Konser Amal Kreatif Lokal.

Dalam kesempatan tersebut, Leka menjelaskan jika omzet bisnis kriya yang digelutinya begitu menggiurkan. Lebih-lebih jika mampu menemukan market yang tepat. Leka mencontohkan, pada 2018 ia mendapatkan penawaran dari salah satu brand kelas atas asal Perancis untuk melukis di produk tas kulit milik mereka. Leka pun menjadi seniman lukis pertama asal Indonesia yang menerima kerjasama tersebut.
" Omzetnya per satu lukisan per hari sekitar Rp1,5 juta. Namun, hal tersebut harus benar-benar bebas dari risiko salah, pressure yang tinggi, serta punya personal touch juga," ungkap Leka.
Selain itu, media untuk melukis ini juga beragam. Tinggal seberapa jeli melihat peluang, agar lukisan yang dibikin semakin bernilai tinggi. Leka pun menyarankan untuk melukis saat siang hari atau kondisi daylight, karena hasil warna yang dihasilkan berbeda dengan cahaya lampu. Jangan lupa juga untuk membuat portfolio digital, seperti mengunggah hasil karya di media sosial, karena kesempatan digandeng brand-brand besar bisa datang kapan saja.

Di acara Konser Amal Kreatif Lokal, Leka mengajari penonton di rumah membuat masker lukis. Bukan hanya indah, tetapi juga berpeluang menjadi produk usaha kreatif bernilai ekonomi tinggi. Tak lupa ia pun menjelaskan bahan-bahan apa saja yang diperlukan untuk mulai membuat masker lukis ini.
" Bahan-bahan yang perlu disiapkan, maskernya kain polos atau dari kain biasa, jangan yang scuba. Kuasnya bisa pakai apa saja, tebal tipisnya tergantung mau sedetail apa nanti melukis. Painting di kain itu spesifiknya di cat, kita pakai cat akrilik," jelas Leka.

Leka pun memilih menggunakan masker kain warna hitam untuk workshop. " Karena kainnya hitam, harus dimulai layer-nya dengan warna putih, sebagai base. Selain itu, cat akrilik ini kalau kering seperti karet, jadi tak sampai luntur kalau dicuci. Kalau kurang padat, bisa didobeli pewarnaan layer-nya," imbuhnya.
Guna memudahkan proses belajar, Leka memilih menggambar bunga. Menurutnya, motif tersebut lebih mudah dibuat juga lebih kecil risiko untuk salah. " Enaknya gambar bunga, kalau kurang kelopaknya bisa ditambahin tangkainya," lanjutnya menjelaskan sambil melukis masker.

Leka Putra hanyalah satu dari tiga ikon kreatif yang memberikan workshop di acara Konser Amal Kreatif Lokal. Selain Leka Putra, ada chef Yuda Bustara untuk mengisi workshop kuliner, serta Nonita Respati untuk mengisi workshop fashion. Selain itu, ada bincang-bincang dengan para pemenang Kreatif Lokal Award 2020.
Sederet musisi ternama tanah air seperti Enda dan Oncy UNGU, Denny Caknan, dan Siti Badriah turut hadir meramaikan panggung hiburan untuk para penonton di rumah. Acara makin lengkap, karena juga mengadakan penghimpunan donasi secara online sepanjang acara. Donasi yang terkumpul rencananya akan disalurkan untuk membantu para pelaku UMKM yang terdampak pandemi Covid-19.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya