Senin, 19 Oktober 2026 Cari

Mengulik Kuliner Legendaris Lumpia Semarang, Banyak Disukai Sampai Sekarang

Reporter : Wuri Anggarini
Senin, 1 November 2021 15:45
Mengulik Kuliner Legendaris Lumpia Semarang, Banyak Disukai Sampai Sekarang
Pertama kali dibuat, prosesnya melibatkan rasa cinta, lho!

Kalau jalan-jalan ke Semarang, kuliner apa yang paling ingin diburu? Dikenal dengan sederet makanan khas yang selalu memanjakan lidah, salah satu yang nggak boleh terlewat saat mengunjungi kota yang satu ini adalah lumpia. Bukan rahasia lagi kalau Lumpia Semarang dikenal dengan cita rasanya yang khas dan selalu bikin ketagihan. Jadi mulai ngiler membayangkan makanan yang satu ini kan?

Biarpun bukan termasuk makanan kekinian, tapi cita rasanya yang khas membuat makanan yang satu ini tetap disukai hingga sekarang. Nah, sudah tahu belum kalau Lumpia Semarang ternyata menyimpan sejarah panjang di balik kelezatannya? Pertama kali dibuat, prosesnya melibatkan rasa cinta, lho!

Kuliner China yang Masuk ke Semarang

Mengulik Kuliner Legendaris Lumpia Semarang, Banyak Disukai Sampai Sekarang

Lumpia Semarang sebenarnya adalah kuliner yang mendapatkan pengaruh dari China. Menurut sejarah, makanan ini berawal dari Tjao Thay Yoe, seorang pedagang dari Provinsi Fu Kien yang datang ke Semarang di tahun 1800an. Pria ini kemudian berjualan makanan khas China yang menyerupai martabak dan dilengkapi dengan daging babi dan rebung yang memiliki cita rasa asin.

Tjao ternyata memiliki pesaing yang juga menjual makanan serupa. Ia adalah Wasih yang juga menjual makanan sejenis, namun dengan isian daging ayam cincang, udang, telur, dengan rasa yang manis.

Dari Persaingan Bisnis hingga Memasuki Jenjang Pernikahan

Sama-sama menjual makanan yang serupa, tapi Tjao dan Wasih bersaing secara sehat. Bahkan, keduanya jadi sahabat yang saling bertukar resep. Kedekatan ini kemudian membuat mereka menikah. Tjao dan Wasih pun menyatukan bisnis kuliner mereka dan bereksplorasi dengan resep kuliner yang memadukan dua budaya. Inilah awal mula terciptanya Lumpia Khas Semarang yang sekarang melegenda.

Isian Menyesuaikan dan Kini Disukai Berbagai Kalangan

Mengulik Kuliner Legendaris Lumpia Semarang, Banyak Disukai Sampai Sekarang

Resep baru yang dikembangkan pasangan suami istri tersebut akhirnya menghilangkan berbagai bahan yang dinilai haram dalam Islam. Penggunaan daging babi dan minyak babi diganti dengan ayam, udang, dan sejenisnya. Penggunaan bumbu pun diubah dengan cita rasa yang lebih bisa diterima oleh lidah orang Indonesia.

Menariknya, Lumpia Semarang ala Tjao dan Wasih ini masih tetap bisa ditemukan di Semarang. Kini keturunan pasangan suami istri tersebut yang meneruskan bisnis turun-temurun yang menjadi bagian dari kuliner khas kota tersebut.

Kelezatan Lumpia Semarang memang memikat para foodies. Nggak heran jika akhirnya banyak dari pelaku bisnis kuliner yang mencoba berkreasi dengan cita rasa Lumpia Semarang khas yang dikembangkan dari resep tradisional keluarga yang nggak kalah lezat. Sekarang nggak perlu jauh-jauh ke Semarang karena kuliner yang satu ini bisa kamu temukan di berbagai kota, bahkan bisa dipesan secara online di ManisdanSedap.com, lho.

Selain itu, ManisdanSedap.com juga membantu para pemilik UMKM dalam menampilkan jualan mereka sebagai 'etalase' online. Ada tombol pembelian yang bisa diklik dengan mudah untuk menghubungkanmu langsung ke nomor WhatsApp seller. Jadi, transaksi dilakukan terpisah dari platform. Gampang banget kan?

Intip dulu rekomendasi Lumpia Semarang yang bisa kamu temukan di ManisdanSedap.com. #AyoPO sekarang juga buat mencicipi sendiri kenikmatannya.

1. Lumpia Khas Semarang dari lumpia.semarang_4857 di Palembang

Mengulik Kuliner Legendaris Lumpia Semarang, Banyak Disukai Sampai Sekarang

2. Lumpia Asli Semarang Frozen dari Suap.in di Jakarta

Mengulik Kuliner Legendaris Lumpia Semarang, Banyak Disukai Sampai Sekarang

3. Lumpia Queen Oleh-oleh Khas Semarang dari Keranjang Mamira di Yogyakarta

Mengulik Kuliner Legendaris Lumpia Semarang, Banyak Disukai Sampai Sekarang





Yuk PO Sekarang di ManisdanSedap!

Beri Komentar