Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ferrari Portocino Dijajal Oleh Ferrari Owner Club Indonesia (FOCI). (Foto: Ferrari Indonesia)
Dream – Deru knaplpot menyala keras di lereng Gunung Arjuno, Pasuruan, Jawa Timur. Kelirnya mobil mewah itu sebagian besar berwarna merah. Dari logonya di body mobil itu, orang bisa langsung menerka merek mobil yang menderu tersebut.
Bergambar kuda jingkrak dengan latar berwarna kuning, belum lama ini lebih dari 10 mobil Ferrari terlihat berseliweran di kaki Gunung Arjuno. Para Ferraristi itu adalah anggota Ferrari Jakarta dan Ferrari Owners Club Indonesia (FOCI) chapter Surabaya.
Mengawali perjalanan dari Surabaya, para pemilik mobil mewah dari Italia itu berencana konvoi ke sebuah istana tersembunyi di dalam hutan. Tujuannya mansion pribadi di Prigen.
Usai 90 menit perjalanan, konvoi Ferrari itu tiba di Kaliandra.
Dikutip dari keterangan tertulis Ferrari Indonesia yang diterima Dream, Kamis 2 Mei 2019,
Kaliandra adalah istana tersembunyi di tengah hutan. Dibangun pada tahun 1997, villa pribadi yang tak ada duanya ini merupakan persilangan gaya Eropa dengan budaya Jawa Kolonial, yang dinamakan Villa Leduk oleh pemiliknya.

Terinspirasi oleh rumah-rumah bangsawan di Tuscany, dikombinasikan dengan pengaruh abad pertengahan Majapahit, Villa Leduk adalah sebuah museum seni yang dikelilingi oleh burung merak dan rusa hidup.

Di gerbang utama Kaliandra, para pemilik Ferrari itu disambut oleh Ferrari Portofino. Kuda jingkrak berwarna merah itu secara bergiliran dites para Ferraristi yang menjajalnya dengan mendaki bukit menuju Palladian mansion.
Semuanya bersemangat dan puas dengan kualitas performa dan raungan mesin V8 dengan 600 hp.
Beberapa staf berpakaian tradisional Jawa menyambut para pemilik Ferrari di gazebo belakang di Rumah Kolonial 1880, bagian terbaru dari kompleks Kaliandra. Replika dari rumah leluhur sang pemilik di Pasuruan.
Mereka menikmati sajian lokal untuk makan siang setelah sesi seru bersama Ferrari Portofino.

Sebagai penutup hari tersebut, sang pemilik mengajak Ferarristi berkeliling dalam sebuah tur pribadi. Mereka terkesima dengan koleksi antik di rumah utama, Villa Leduk. Di antaranya adalah seekor kuda monokrom Dinasti Tang dari abad ke delapan.
Sebelum kembali ke kota, para pemilik Ferrari berfoto bersama-sama di depan Palladian mansion yang berwarna kuning oker tersebut.(Sah)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Inggris dan Jepang Minta Warga Siapkan Stok Makanan untuk 3 Hari, Ada Apa?

Benarkah Oksigen di Bumi Bisa Habis? Ilmuwan Perkiraan Kapan Hal Itu Bisa Terjadi

Sering Disalahpahami, Ini Perbedaan Frugal Living dengan Hidup Pas-pasan

Beeru Stevia Diduga Berisi Pemanis Buatan, Apa Risikonya bagi Penderita Diabetes Jika Terkonsumsi?

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?