Menyingkap Pesona Batik Marunda: The Power of Gotong Royong

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Jumat, 25 Oktober 2019 15:32
Menyingkap Pesona Batik Marunda: The Power of Gotong Royong
Tak hanya sekedar kain, batik khas Betawi satu ini ternyata mengandung makna yang dalam.

Dream - Senayan City dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DKI Jakarta bekerja sama dengan ibu-ibu warga Rusunawa Marunda, DKI Jakarta.

Hasil kolaborasi itu menampilkan sejumlah koleksi batik Marunda dalam peragaan busana bertajuk 'Membatik untuk Ibu Kota Jakarta' di  Jakarta Fashion Week (JFW) 2020, Fashion Atrium Senayan City, Jakarta pada Kamis 24 Oktober 2019.

 Batik© Khidr Al-Zahrani

Foto: Deki Prayoga/Dream

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah DKI Jakarta, Fery Farhati Baswedan menyampaikan, eksistensi batik Marunda bermula saat Dekranasda DKI Jakarta mulai menyelenggarakan program pemberdayaan masyarakat, melalui kegiatan membatik yang mengikutsertakan sejumlah ibu-ibu warga Rusunawa Marunda.

 Batik Marunda© Dream

Foto: Deki Prayoga/Dream


Program itu diharapkan mampu membantu mereka dalam memperoleh penghasilan tambahan serta meningkatkan kreativitas dan inovasi melalui produksi Batik Marunda.

Untuk membuat motifnya, Dekranasda menggandeng desainer Wendy Sibarani dan Irma Gamal Sinusar. 

1 dari 6 halaman

Konsep Gotong Royong

Melalui konsep kerja gotong royong, produksi Batik Marunda terbagi atas tiga proses pembuatan yang melibatkan kontribusi dari ibu-ibu di tiga rusun yang berbeda.

Proses canting batik dilakukan oleh ibu-ibu dari rusun Rawa Bebek, proses pencelupan oleh ibu-ibu Rusun Marunda, serta proses penyulaman oleh ibu-ibu Rusun Besakih.

 Batik Marunda© Foto: Deki Prayoga/Dream

Foto: Deki Prayoga/Dream

Fery berharap, melalui keikutsertaan di JFW 2020, Batik Maruna dapat menarik perhatian para pebisnis dan desainer.

“ Dengan begitu akan makin meningkatkan antusiasme ibu-ibu Rusunawa Marunda dalam menghasilkan beragam inovasi dan kreasi di kemudian hari,” tutup istri Gubernur DKI Anies Baswedan di JFW, Kamis 24 Oktober 2019.

2 dari 6 halaman

Persiapan Anies Baswedan Tampilkan Batik Marunda di JFW

Dream - Istri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Fery Farhati Ganis hadir di pembukaan Jakarta Fashion Week (JFW) 2020, Senayan City, Selasa 22 Oktober 2019. Ferry duduk di jajaran kursi VIP menyaksikan parade dari perwakilan 14 desainer.

Keterlibatan Fery di pekan mode bergengsi itu juga mewakili Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DKI Jakarta yang akan menggelar pertunjukan pada 24 Oktober mendatang.

Kolaborasi bersama Senayan City ini mengusung tema kain nusantara di perhelatan bertajuk 'Membatik untuk Ibukota Jakarta'.

  Fery Farhati Ganis© Khidr Al-Zahrani

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream

" Kali ini mengusung batik Marunda asli Jakarta. Kainnya dibuat di Jakarta dan berharap bisa menjadi suatu persembahan yang baik dari dan untuk masyarakat Jakarta," ujar Fery di sela-sela JFW 2020, Senayan City, Jakarta Pusat, Selasa 22 Oktober 2019.

3 dari 6 halaman

Bersama Ibu-ibu

Mengusung konsep gotong royong, busana dikerjakan bersama ibu-ibu kawasan Marunda yang baru saja mengalami relokasi ke rumah susun.

Tak hanya batik, Fery juga memberi sentuhan kerajinan sulam di busana.

Ini merupakan kedua kalinya batik Marunda melenggang di JFW. " Kalau masuk ke JFW, bakal ada tamu-tamu bisnis dan desainer yang mau memesan motifnya sehingga mampu memperdaya pelaku kreatif dari Marunda," tutupnya.(Sah)

4 dari 6 halaman

Kolaborasi 3 Desainer Angkat Tekstil Lokal di JFW 2020

Dream - Tiga desainer terkemuka menutup hari kedua Jakarta Fashion Week (JFW) 2020 di panggung kolaborasi Daliatex pada Rabu, 23 Oktober 2019.

Perusahaan tekstil terkemuka itu menggandeng desainer Barli Asmara, Restu Anggraini dan KAMI dalam menampilkan koleksi yang memakai bahan dari Daliatex.

" Setiap desainer punya kain andalan masing-masing, mulai dari polyester sampai lace," kata Devina Unjoto, Marketing Executive PT Daliatex Kusuma di Senayan City, Jakarta Pusat, Rabu 23 Oktober 2019.

  kami© Khidr Al-Zahrani

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream

Pertunjukan dibuka oleh KAMI yang mengolah kain perca dengan teknik jahitan tradisional Korea, yaitu Pojagi. Bertajuk 'Jana', kain perca bernuansa earthy tone dilebur menjadi outfit bernuansa hangat.

" Ada nilai memori dan recycle karena memakai kain bekas yang sudah bertahun-tahun dipakai sehingga punya nilai sejarah dan fungsi yang baru," tutur Nadya Karina, Creative Director KAMI.

5 dari 6 halaman

Busana Plus Size

Barli Asmara menyusul dengan gebrakan baru lewat lini Asmara. Ia meluncurkan koleksi busana dari ukuran S - XL untuk berbagai karakter tubuh.

  barli asmara© Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream

(Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream)

Sejumlah model plus size ikut melenggang penuh percaya diri. Koleksi didominasi oleh bahan tekstil lace dengan sentuhan klasik dan elegan khas Barli Asmara.

" Koleksinya bisa dipakai untuk wanita dengan semua jenis tubuh dengan harga terjangkau," kata Barli.

6 dari 6 halaman

Pesona Borneo

Tak mau kalah, Restu Anggraini membawa koleksi busana muslim bertema kultur Borneo. Motif dan ornamen Dayak diterjemahkan ke dalam potongan dan warna-warna feminin.

" Kali ini aku bikin motif baru dari suku Dayak. Memakai bahan polyester yang adem dan tidak mudah kusut," tutur Etu, sapaannya.

  restu anggraini© Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream

(Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream)

Gaun cantik berpotongan loose mendominasi koleksi Etu seperti biasa. Kali ini ia bermain dengan aksen layering memakai hijab scarf yang dipakai sebagai outer dan aksen tambahan.

Hijab juga dilengkapi dengan headband yang dibentuk menyerupai headpiece khas Borneo. Warna netral seperti putih, beige, cokelat dan baby pink membuat koleksi terlihat semakin romantis.

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak