Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya
Sumber: Shutterstock.com
Dream - Tren biaya berlangganan untuk pemilik akun centang biru mulai diterapkan platform media sosial. Setelah Elon Musk dengan Twitter-nya, langkah yang sama juga akan dilakukan pada pengguna Meta.
Perusahaan milik miliarder muda, Mark Zuckerberg ini akan memberlakukan ‘Meta Verified’ dengan memberikan lencana biru untuk pengguna. Di saat bersamaan, pemegang Meta centang biru akan mendapatkan manfaat lainnya seperti peningkatan visibilitas, perlindungan terhadap peniruan identitas, dan dukungan pelanggan prioritas.
Mengutip Theverge.com, uji coba akun berbayar untuk pengguna Meta di platform Instagram dan Facebook akan diterapkan berbeda untuk penggunaan aplikasi di website dan seluler.
Untuk meta verified di aplikasi website akan dikenakan senilai US$11,99 atau sekitar Rp181 ribu per bulan. Tarif lebih mahal dikenakan untuk seluler senilai US$14,99, setara Rp227 ribu.
CEO Mark Zuckerberg mengumumkan bahwa akun " Meta Verified" akan memberi pengguna lencana terverifikasi, peningkatan visibilitas pada platform, dukungan pelanggan yang diprioritaskan, serta berbagai manfaat lain yang tak diperoleh pengguan biasa.
Di tahap awal, fitur centang biru berbayar ini akan diluncurkan ke Australia dan Selandia Baru minggu ini. Selanjutnya ketentuan yang sama akan diberlakukan pengguna di negara-negara lain.
“ Minggu ini kami mulai meluncurkan Meta Verified — layanan berlangganan yang memungkinkan Anda memverifikasi akun Anda dengan ID pemerintah, mendapatkan lencana biru, mendapatkan perlindungan peniruan ekstra terhadap akun yang mengaku sebagai Anda, dan mendapatkan akses langsung ke dukungan pelanggan,” tulis Zuckerberg.
Ia mengatakan, fitur barunya ini adalah untuk meningkatkan keaslian dan keamanan di seluruh layanannya.

Untuk mendaftar menjadi Meta Verified, pengguna perlu memenuhi sejumlah persyaratan. Diantaranya berusia minimal 18 tahun, mengirimkan ID pemerintah yang cocok dengan nama, dan foto yang dimiliki di Facebook atau Instagram.
Sementara itu, Penawaran baru ini terdengar sangat mirip dengan Twitter Blue versi US$8 per bulan dari Elon Musk.
Namun, Meta mencatat bahwa itu tidak akan membuat perubahan apapun pada akun yang telah diverifikasi menggunakan persyaratan perusahaan sebelumnya, termasuk kelayakan dan keaslian.

Selain itu, pengguna yang mendaftar ke layanan ini akan mendapatkan stiker eksklusif untuk Stories dan Reels. Kemudian, pengguna juga akan menerima 100 bintang gratis per bulan, atau mata uang digital yang dapat digunakan untuk memberi tip kepada pembuat konten di facebook.
Meta menyampaikan, bahwa bisnis belum dapat mengajukan lencana Meta Verified dan tidak dapat mengubah nama profil, nama pengguna, tanggal lahir, atau foto profil anda tanpa melalui proses verifikasi lagi.
“ Jangka panjang, kami ingin membuat penawaran langganan yang bermanfaat bagi semua orang, termasuk pembuat konten, bisnis, dan komunitas kami pada umumnya,” Meta menulis di unggahan blog.
Selain itu, Meta juga mengembangkan arti dari lencana terverifikasinya. Sehingga dapat memperluas akses ke verifikasi dan lebih banyak orang percaya bahwa akun tersebut adalah asli.
Saat layanan diluncurkan di Australia dan Selandia Baru minggu ini, biayanya dollar Australia $19,99 (Rp209 ribu) di web dan dollar Australia $24,99 (Rp261 ribu) di seluler. Sementara untuk pengguan di Selandia Baru, pengguna dikenakan biaya $23,99 dollar Selandia Baru (Rp227 ribu) di web dan $29,99 dollar Selandia Baru (Rp283 ribu) di seluler.
Biaya yang lebih tinggi di iOS dan Android kemungkinan merupakan cara untuk mengimbangi komisi yang diambil Apple dan Google untuk pembelian dalam aplikasi.
Advertisement
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai

Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane


3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga

Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah

5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula

Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A