Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Meutya Hafid
Dream - Sebagai upaya meningkatkan emansipasi wanita, Anggota Komisi I DPR RI, Meutya Hafid mendukung para aktvivis wanita mengejar impiannya.
“ Sudah 111 tahun Kartini meninggal, tapi belum semua perempuan mendapatkan haknya. Perempuan harus bekerja dua kali lebih keras untuk mendapatkan posisi yang sama,” jelas mantan jurnalis tersebut saat ditemui usai acara seminar Kartini dan Bangsa yang Mandiri di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Rabu 3 Juni 2015.
Anggota Dewan yang membawahi bidang urusan pertahanan, Luar Negeri, Komunikasi dan Informasi ini mengungkapkan, sudah menjadi tugasnya mengangkat isu perempuan ke dunia internasional.
Menurut mantan jurnalis ini, peranan dari politik internasional cukup membawa perubahan terhadap peta perpolitikan di Indonesia. Adanya aksi afirmasi berimbas terhadap persetujuan 30 persen hak politik untuk perempuan di Indonesia.
Meskipun pada kenyataannnya baru 17,3 persen saja jumlah politisi perempuan yang berhasil duduk di senayan. Angka ini diakui turun dari periode sebelumnya yang mencapai 18,4 persen," tutur Meutya.
Selain mendukung para aktivis, Meutya juga mengajak masyarakat untuk mendukung kegiatan yang mengangkat citra wanita.
" Saya mendukung film Kartini garapan Hanung Bramantyo. Film seperti inilah yang sangat relevan membantu aktivis perempuan untuk mewujudkan cita-citanya. Kartini bukan hanya sebagai sosok pahlawan. Tapi, bagaimana nantinya Kartini dihargai sebagai sebuah gerakan perubahan secara global," katanya.
Meutya berharap lewat film ini dapat memberikan pemahaman pada masyarakat untuk memberi pintu pada wanita di semua jenjang karier.
" Hal itu tentunya dapat membantu nasib perempuan untuk membantu mendapatkan haknya. Terutama untuk para perempuan di Sumatera Utara yang masih banyak sekali belum mendapatkan haknya secara penuh," harap Meutya.
(Ism, Laporan : Ratih Wulan Pinandu)
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia