6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
(Foto:blog.gogonesia.com)
Dream - Kebanyakan kuliner khas Sumatera menyajikan cita rasa yang hampir seragam. Bahan makanan dimasak bersama santan kental atau disuguhkan dengan racikan kuah rempah menggoda selera.
Begitu pula Mie Celor 26 Ilir milik Haji Syafei, yang terletak di Jalan KH. Ahmad Dahlan no 2 Palembang, Sumatera Selatan. Kelezatan mie celor ini mampu menyaingi ketenaran empek-empek sebagai makanan khas Palembang.
Maka tak heran kalau warung selalu ramai diserbu warga, terutama orang-orang yang sedang pulang kampung. Bahkan tokoh-tokoh terkenal seperti Tantowi dan Helmi Yahya serta artis Anwar Fuadi juga kerap mampir kala pulang ke Palembang.
Mie Celor 26 Ilir yang ini berhasil mempertahankan resep turun temurun. Sepintas memang terlihat seperti mie rebus biasa, namun saat mencicip kuahnya baru terasa perbedaan yang cukup mencolok. Aroma udang sungguh kuat memikat lidah para pelanggannya
Resep rahasia memang terletak pada racikan udang yang dipadu dengan santan, irisan daging, telur dan sedikit taburan bawang goreng. Kuah yang kental menimbulkan sensasi gurih, manis, pedas dan asam dalam satu porsi mie celor.
Bentuk mienya pun berbeda, sedikit berukuran lebih besar dan lurus seperti sphageti. Untuk mempertahankan kesegarannya, mie dipasok berkali-kali dalam sehari. Sehingga tidak mudah basi walaupun dimasak pada sore hari. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
