Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Anak-anak yang lahir dengan kondisi down syndrome, memiliki kecenderungan sulit mengekspresikan emosi. Saat mereka kesulitan melakukan sesuatu, level emosinya bisa jadi sangat tinggi.
Efeknya bisa jadi tantrum atau mengamuk. Untuk mengatasi hal tersebut ada terapi yang sangat efektif diberikan, yaitu terapi musik. Bagi anak-anak dengan down syndrome, terapi musik bisa membantu mereka mengontrol level emosi dan menjalani proses belajar sehari-hari.
Musisi yang sekaligus pemerhati Down Syndrome, Dian HP, mengatakan jika dirinya sudah sejak lama menaruh perhatian padaAnak-anak Down Syndrome dengan membantu mereka belajar melalui alat musik.
" Anak dengan Down Syndrome memiliki kemampuan yang baik untuk belajar memainkan alat musik, seperti piano, djembe dan drum. Musik merupakan suatu hal yang menyenangkan untuk dipelajari dan dapat membantu mengembangkan kemampuan konsentrasi anak dengan down syndrome," ungkap Dian, dalam rilis yang diterima Dream.co.id.
Nada dan irama berulang yang ada di dalam musik ternyta dapat mempermudah anak Down Syndrome untuk mengingat dan memahami materi yang diberikan. Juga membantu mereka dalam mempelajari berbagai hal lainnya.
Kegiatan bermusik dan aktivitas lain anak-anak dengan down syndrome memang sebaiknya dilakukan secara rutin. Hal ini untuk memaksimalkan kemampuan yang dimiliki. Seperti yang dilakukan POTADS (Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome) beberapa waktu lalu dalam rangka memperingati hari Down Syndrome Dunia (HDSD).
Rangkaian kegiatan HDSD dibuka sejak 17 Maret di Rumah Ceria Down Syndrome (RCDS) POTADS, Pejaten Barat, dengan mengadakanberbagai perlombaan, seperti tari Modern, tari daerah, peragaan busana daerah dan pertunjukan musik serta vlog competition.
Kegiatan Fun Day menjadi kegiatan kedua yang diselenggarakan pada 24 Maret 2018 kemarin di Bentara Budaya, Palmerah, dengan berbagai kegiatan seperti talk show dan penampilan final para peserta ADS yang telah terpilih di babak penyisihan.
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

