Eksotisme Kain Tradisional Dikemas dalam Gaun Mewah

Reporter : Dwi Ratih
Kamis, 22 Agustus 2019 09:03
Eksotisme Kain Tradisional Dikemas dalam Gaun Mewah
Desainer harus mampu 'menaklukan' kain-kain tradisional agar bisa terlihat kekinian.

Dream - Tina Andrean selama ini dikenal sebagai desainer gaun pengantin. Kali ini, Tina mencoba menantang kemampuannya dalam mengolah kain etnik.

Kain dari Sumba dipilihnya untuk dijadikan gaun-gaun indah. Menurutnya, memang awalnya agak sulit karena ia juga harus menyesuaikan motif asli dengan busana rancangannya, tapi hal tersebut jadi hal yang menantang baginya.

“ Kalau kita lihat (kain) Sumba kan susah, nggak banyak yang bisa mengubah (kain) Sumba. Karena bahannya sudah ada gambar besar-besar. Saya sebagai desainer harus bisa menaklukan setiap kain, itu my challenge," ujar Tina Andrean pada acara Private Show Heritage Culture Batik Inspirations di Jakarta, Rabu, 21 Agustus 2019.

 Tina Andrean

Foto: Tina Andrean/Dream.co.id-Anya

1 dari 5 halaman

Mengemas Lebih Modern

Tina berusaha untuk membuat kain-kain tradisional jadi lebih modern dan siap pakai. Termasuk juga mengolah batik menjadi busana siap pakai dan tidak berkesan kuno.

Desainer ini pun memamerkan rancangannya dalam Private Show koleksi Heritage Culture-Batik Inspirations. Ia menampilkan koleksi gaun batik yang trendi dan kekinian.

 Tina Andrean

2 dari 5 halaman

Koleksi yang Apik

Ibu dari empat anak ini juga mengatakan bahwa cara terbaik untuk melestarikan batik dengan menggunakannya. Dalam private show kali ini, Tina menampilan 30 koleksi rancangannya.

 Tina Andrean

“ Harapan saya, (koleksi) ini bisa menginspirasi banyak pihak dan dinikmati masyrakat,” ujar Tina. (mut)

Laporan: Razdkanya Ramadhanty

3 dari 5 halaman

Tenun Sutra Garut Siap Melenggang di New York Fashion Week

Dream - 11 Desainer yang tergabung dalam Indonesia Modest Fashion Designer (IMFD) ikut berpartisipasi dalam ajang Asc New York Fashion Week, yang digelar pada 3 September hingga 15 September 2019.

Salah satu desainer yang ikut terlibat adalah Nina Nugroho. Dalam gelaran ini Nina akan membawakan tenun sutra asal Garut dengan tema Emergence.

" Kami ingin menjadi bagian yang turut memunculkan kain tenun sutra Garut ke permukaan dunia. Tidak hanya didesain secara etnik, tapi juga bisa membuat desain busana kerja yang mewah," kata Nina dalam keterangan yang diterima Dream.

  Tenun Garut karya Nina Nugroho

Tenun Garut karya Nina Nugroho (Foto: Koleksi Nina Nugroho)

4 dari 5 halaman

Nina sengaja memilih kain tenun sutra Garut yang akan dipamerkan dalam ajang ini. Alasannya karena menurut dia, motif sutra Garut sangat khas.

" Saya terinspirasi dari kainnya, tenun sutra Garut kalau dilihat filosofinya mirip dengan proses Nina Nugroho sebagai brand," ucapnya.

  Tenun Garut karya Nina Nugroho

Tenun Garut karya Nina Nugroho (Foto: Koleksi Nina Nugroho)

5 dari 5 halaman

Nantinya akan ada 12 look yang akan ditampilkan Nina, untuk jenis bahan yang ia gunakan adalah jacguard premium dengan didominasi warna soft gold dan brocade.

Agar terlihat lebih anggun, Nina juga memadupadankan aksesoris.

" Ada swarovski dari ukuran kecil hingga sedang. Dengan bentuk bermacam-macam mulai dari bunga, daun," ungkapnya. (ism) 

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik