AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Sisa-sisa Peninggalan Bajak Laut Di Madagaskar (Foto:JialiangGao/Wikimedia)
Dream - Pulau Sainte Marie atau biasa disebut Nosy Boraha adalah sebuah pulau granit sempit yang terletak lima mil dari lepas pantai timur Madagaskar.
Pulau tropis ini merupakan lahan yang subur dengan kawasan pantai berpasir. Teluknya juga dangkal dengan terumbu-terumbu karang yang dulunya digunakan ribuan bajak laut untuk bersembunyi.
Pada abad ke 17-18, pulau ini menjadi lintasan kapal-kapal yang membawa muatan rempah-rempah, gading, sutra dan barang-barang kekayaan lainnya dari Hindia Timur.
Maka tak heran jika Sainte Marie dijadikan tempat berlindung yang aman dari jarahan. Sedangkan banyak teluk kecil di sekitaran pula dimanfatkan untuk melindungi kapala mereka dari badai.
Lama-kelamaan, bajak laut asal Inggris, Adam Baldigre ikut mendirikan pemukiman di Sainte Marie pada 1685. Ia melarikan diri dari Jamaika setelah lolos dari pembunuhan.
Dalam waktu setahun, Baldridge telah berhasil menguasai serta menetapkan kontrol perairan dan pelabuhan di bawah kendalinya. Ia mengendalikan suku lokal dan memaksa para ketua suku asli untuk menyerahkan ternak, makanan dan wanita.
Rupanya hasil rampasan Baldridge dibeli oleh seorang pedagang kaya asal New York, yang memang sukses berkat usaha penukaran uang dengan barang-barang dari para bajak laut. Bridge juga menampung hasil jarahan bajak laut yang berasal dari pulau-pulau penghasil buah-buahan dan ternak.
Hebatnya lagi, Baldridge sampai memiliki gudang yang penuh menampung hasil bajakan dan siap untuk diperdagangkan. Baldridge sendiri hidup sangat boros. Ia membangun mansion dan benteng di puncak bukit, yang dijaga oleh para perempuan di Pulau Perempuan.
Pada puncaknya, sekitar seribu bajak laut tinggal di pulau termasuk karakter yang legendaris dan terkenal seperti Kpten William Kidd, Robert Culliford, Olivier Levasseur, Henry Abraham Samuel setiap, dan Thomas Tew.
(Sumber:amusingplanet)
Baca Juga: Fakta di Balik Restoran Tertua Ini Sangat Mengejutkan Brankas Kamar Hotel Tak Selamanya Aman, Ini Buktinya Wajib Perhatikan Hal Ini Saat Liburan Bawa Anak Nadia Mulya Kerap Bawa Anak Liburan Murah Meriah Bunda Catat Harinya! 'My Little Pony Musical' Hadir di Jakarta
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli