Pandemi Covid-19, Staycation Jadi Priroritas Wisatawan Indonesia

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Rabu, 8 September 2021 12:13
Pandemi Covid-19, Staycation Jadi Priroritas Wisatawan Indonesia
Wisatawan Indonesia memprioritaskan pengalaman menginap di hotel atau biasa dikenal dengan staycation.

Dream - Pandemi Covid-19 telah membawa perubahan dalam perilaku perjalanan pelanggan. Survei bertajuk 'Travel in 2021' yang dilakukan aplikasi perjalanan Agoda menyebutkan wisatawan Indonesia memprioritaskan pengalaman (experience) menginap di hotel atau biasa dikenal dengan staycation.

Senior Country Director Agoda Indonesia, Gede Gunawan, mengatakan, pengalaman yang diinginkan wisatawan saat ini yakni aktivitas di dalam maupun di luar lokasi penginapan.

" Kalau yang di dalam hotel seperti kelas memasak, kelas yoga atau sebagainya atau di dekat hutan atau persawahan, experience bagi wisatawan bisa menikmati suasana pagi atau sore hari dengan berjalan kaki hingga menjelajah destinasi dekat hotel," ujar Gunawan dalam konferensi pers virtual Agoda Media Briefing, Selasa 8 Agustus 2021.

Gunawan menambahkan, pelanggan berharap hotel bisa menyediakan paket menarik dengan pengalaman luar biasa. Untuk merealisasikan hal ini, pihak hotel bisa bekerjasama dengan pihak-pihak lain untuk memaksimalkan peluang yang ada.

1 dari 8 halaman

Survei Agoda juga menunjukkan, 27 persen orang Indonesia memperlakukan akomodasi sebagai destinasi bukan hanya untuk tempat beristirahat. Dengan kata lain, saat ini banyak wisatawan yang menganggap hotel sebagai destinasi wisata di masa pandemi.

Selain memprioritaskan pengalaman, penyediaan makanan dan minuman serta kemudahan saat check in ataupun check out berada di posisi kedua dan ketiga dalam daftar yang wajib dimiliki suatu paket yang ditawarkan akomodasi di Indonesia.

" Pelanggan mengharapkan paket yang sudah termasuk dengan harga kamar sehingga bisa mendapatkan harga bagus," jelasnya.

Tak hanya itu, kemudahan check in dan check out sangat penting bagi tren perjalanan singkat.

" Dengan adanya (fasilitas) early check in dan late check out pelanggan bisa mendapatkan layanan hotel lebih lama. Ini juga bisa meningkatkan pendapatan hotel karena memberikan layanan terbaik untuk konsumen," tambahnya.

2 dari 8 halaman

Isi Libur Panjang dengan Aman, Staycation Jadi Pilihan Tepat

Dream - Masa libur panjang kerap dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian dan berwisata. Hal ini menjadi kekhawatiran pemerintah lantaran adanya potensi kenaikan kasus Covid-19 pasca liburan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Reisa Brotoasmoro menyayangkan jika hal itu terjadi. Dia pun membagikan tips menikmati liburan dengan aman meski di luar rumah.

Reisa mengatakan staycation bisa jadi pilihan tepat mengisi libur panjang di masa pendemi Covid-19. Staycation atau liburan di rumah saja merupakan aktivitas yang aman dan dapat membuat masyarakat mengendalikan lingkungannya.

" Rumah dibersihkan dan didisinfeksi secara rutin. Pastikan peredaran udara segar dan lancar dengan membuka ventilasi atau jendela, biarkan sinar matahari masuk," ujar Reisa.

3 dari 8 halaman

Aktivitas Seru

Reisa mengatakan staycation tidak kalah seru dengan aktivitas liburan di luar rumah. Selain itu, sudah banyak penyedia jasa wisata yang menawarkan tur secara virtual ke tempat-tempat wisata.

Bisa juga memanfaatkan internet untuk menonton konser musik atau film. Atau bermain permainan seru bersama keluarga.

" Nah, untuk olahraga, kami sudah pernah menyampaikan pedoman dari Kementerian Pemuda dan Olahraga opsi melakukan olahraga di rumah sebagai opsi terbaik. Yoga misalnya, senam atau mempraktekkan tips stretching dan angkat beban," kata Reisa.

4 dari 8 halaman

Buat Yang Berencana Keluar Kota

Untuk masyarakat yang sudah memutuskan bepergian, disarankan memilih moda transportasi yang menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Seperti menggunakan pesawat atau kereta api.

" Bagi yang memakai transportasi umum, pastikan jadwalnya sudah dipilih dari jauh hari. Agar dapat menjauhi kerumunan atau bahkan antrian panjang. Dalam perjalanan wajib memakai masker, hindari makan atau minum, hindari mengobrol panjang di bus atau kereta," kata dia.

Untuk masyarakat yang menginap, dianjurkan memilih hotel atau akomodasi yang patuh dan disiplin menerapkan sanitasi dan protokol kesehatan. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sudah meminta destinasi wisata untuk menerapkan prinsip CHSE.

" Yaitu Cleanlines, Health, Safety and Environment sustainability. Atau bersih, sehat dan aman terutama dari ancaman COVID-19 dan jangan lupa tetap ramah lingkungan," jelas Reisa.

 

5 dari 8 halaman

Bekerja di Saat Libur Panjang

Sedangkan masyarakat tetap bekerja di luar rumah selama masa libur panjang, tetap ikuti protokol kesehatan atau arahan Satgas Covid-19 tingkat perusahaan. Karyawan yang harus ke luar kota diharuskan melapor.

" Ingat, berlibur itu baik untuk kesehatan psikologis kita. Tetapi, tidak mengurangi tanggung jawab kita melindungi diri dan orang lain dari resiko Covid-19," ucap Reisa, dikutip dari Covid19.go.id.

6 dari 8 halaman

4 Alasan Staycation jadi Favorit Milenial

Dream - Staycation kini jadi salah satu tren berlibur yang banyak digandrungi generasi milenial. Berasal dari kata stay dan vacation, istilah ini mengacu pada konsep liburan singkat dengan menghabiskan waktu di penginapan, seperti hotel, apartemen, atau vila dengan fasilitas tertentu yang menarik atau memadai dalam menjawab kebutuhan liburan singkat.

Mulanya, konsep staycation lahir pada saat krisis keuangan tahun 2008 di Amerika Serikat. Saat itu, banyak masyarakat Negeri Paman Sam yang terpaksa membatasi pengeluarannya, termasuk anggaran biaya untuk liburan.

Dengan keterbatasan tersebut, mereka tidak mampu berwisata ke luar negeri dan kemudian mulai mencari cara untuk berlibur di daerah setempat yang kemudian dikenal dengan istilah staycation.

Tren liburan ini semakin berkembang dan menyebar ke berbagai negara, termasuk ke Indonesia.

Sejak 2019, tren staycation di Indonesia juga terbilang mengalami peningkatan yang pesat apalagi di tahun ini saat Pandemi Covid-19 melanda. Masyarakat memilih staycation dan tetap menjaga kebersihan dengan tidak berpergian jauh.

Batam Tourism Polytechnic (BTP), salah satu politeknik swasta terbaik di bidang pariwisata yang berbasis di Batam, Kepulauan Riau  mencatat ada empat Faktor yang membuat staycation menjadi pilihan cara berlibur bagi generasi milenial dan tren dunia hospitality.

7 dari 8 halaman

Cara berlibur hemat dan praktis

Generasi milenial dengan keterbatasan budget liburan memilih staycation sebagai cara berlibur yang jauh lebih hemat, dibandingkan harus berwisata ke luar kota.

Dengan biaya kisaran ratusan ribu, mereka dapat merasakan pengalaman baru, sekaligus menikmati fasilitas yang disediakan akomodasi penginapan.

Tidak membutuhkan persiapan yang rumit, hanya perlu membawa dua hingga tiga potong baju. Pemesanan akomodasi pun dapat dilakukan secara mendadak, mulai dari 2-3 hari, hingga beberapa jam sebelumnya.

Milenial identik dengan masa cuti terbatas

Milenial identik dengan kehidupan produktif yang dipenuhi dengan tuntutan pekerjaan atau pendidikan. Hal ini pun berimbas pada minimnya masa liburan hingga cuti yang singkat.

Menghadapi hal tersebut, generasi milenial tidak habis akal. Mereka memilih liburan singkat di penginapan saat jadwal kosong, seperti akhir pekan atau libur nasional.

 

8 dari 8 halaman

Solusi di tengah kehidupan supersibuk kaum urban

Melalui staycation selama satu hingga dua hari, mereka dapat merasakan suasana berbeda yang ditawarkan hotel dan akomodasi lainnya, serta menikmati berbagai fasilitas lainnya, seperti spa, kolam renang, atau sekadar istirahat di kamar hotel.

Milenial ingin meningkatkan eksistensi diri di media sosial

Tidak dapat dipungkiri, kehadiran media sosial juga turut membawa pergeseran terhadap motif konsumsi hotel pada generasi milenial.

Dulu, hotel dan akomodasi penginapan bersifat sangat fungsional dan umum digunakan sebagai tempat transit.

Di masa kini, kehadiran milenial di berbagai hotel dan akomodasi lainnya kini didorong berbagai motif dan tujuan. Salah satunya adalah untuk meningkatkan eksistensi diri di media sosial.

Di balik itu semua, tren staycation ala milenial yang booming saat ini menunjukan sebuah pergeseran pola konsumsi yang sangat signifikan.

Milenial mulai menyadari bahwa cara yang paling bijak dalam menggunakan uang bukanlah tentang gadget, pakaian, atau benda apa yang sudah dibeli; melainkan pengalaman baru apa yang dibeli dan didapatkan.

Laporan: Savina Mariska

 

Beri Komentar