Bunda, Ini Alasan Logis Anak di Bawah 17 Tahun Dilarang Berkendara

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 27 Mei 2020 06:33
Bunda, Ini Alasan Logis Anak di Bawah 17 Tahun Dilarang Berkendara
Ada penjelasan ilmiah mengapa anak `di bawah umur` dilarang menyetir kendaraan.

Dream – Salah satu masalah yang terjadi di Indonesia dalam hal mengendarai sepeda motor atau mobil di jalanan adalah banyaknya pengendara di bawah umur. Tak jarang kita melihat anak usia SD dan SMP yang sudah berlalu-lalang mengendarai kendaraan mereka.

Tindakan mereka tentu saja menyalahi aturan berlalu lintas. Seperti diketahui, pengendara mobil atau sepeda motor harus mengantongi Surat Izin Mengemudi (SIM) saat mereka berkendara di jalan raya. Dengan usia masih di bawah 17 tahun, sudah pasti mereka belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan belum bisa memiliki SIM>

Dikutip dari Liputan6.com, Rabu 27 Mei 2020, memang harus ada batasan usia yang ditetapkan sehingga seseorang dinilai sudah layak mengendarai kendaraan baik roda dua maupun roda empat. 

Jika kamu tak cukup yakin dengan alasan tersebut, mungkin harus mendengar penjelasan berikut ini. Kemampuan berkendara ternyata erat kaitannya dengan perkembangan otak manusia. Sudah ada beberapa riset yang berkaitan dengan hal ini.

1 dari 2 halaman

Otak Remaja Belum Berkembang Sempurna

Salah satu yang paling terkenal dirilis oleh Elizabeth Sowell, neuropsikolog asal University of California, Los Angeles. Tahun 2003 lalu melalui jurnal Nature Neuroscience, Sowell mengatakan bahwa bagian otak remaja belum berkembang dengan sempurna.

Bagian otak bernama lobus frontalis saraf-sarafnya belum sepenuhnya terhubung. Seperti dikutip dari npr.org, bagian otak ini berfungsi untuk mengatur perencanaan, pengorganisasian, dan antisipasi. Tiga hal yang sangat penting ketika sedang berada di atas kendaraan di jalan raya.

Ketika bagian ini sudah sempurna, seseorang bisa dapat dengan " bijak" berkendara di jalan. Ia juga dapat melakukan antisipasi yang lebih baik terhadap ancaman-ancaman yang ada di jalanan.

2 dari 2 halaman

Studi Lainnya

Studi yang lain menyebutkan kalau saraf-saraf di bagian ini bahkan baru akan lengkap sampai seseorang berusia pertengahan 20. Ini juga menjelaskan mengapa remaja sering nampak sebagai orang yang menjengkelkan dan egois saat di jalanan dan di situasi-situasi lainnya.

Lobus frontalis yang belum sempurna juga bisa membuat mereka tidak mampu berpikir bagaimana efek dari perilakunya terhadap orang lain.

Salah satu masalah yang terjadi di Indonesia terkait berkendara di jalan raya, adalah banyaknya pengendara di bawah umur. Ya, mengendarai mobil atau motor merupakan pekerjaan yang cukup mudah, dan bisa dipelajari dalam waktu relatif cepat.

Buktinya bahkan cukup jelas, karena mungkin telah beredar di dunia maya ada anak usia SD atau SMP yang telah mahir mengendarai kendaraan, bahkan sudah berani melakukannya di jalan raya dan tanpa pengawasan orangtua atau yang lebih dewasa yang sudah memiliki usia 17 tahun ke atas.


(Sumber: Liputan6.com/Arief Aszhari)

Beri Komentar