7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Memakai Skincare. (Source: Shutterstock)
Dream - Makanan bukan satu-satunya hal yang perlu diuji kehalalannya. Produk kosmetik juga diwajibkan menjalani proses uji kehalalannya agar memberikan kenyamanan kepada umat Islam yang menggunakannya.
Berbeda dengan produk yang dimakan, mencari tahu kehalalan sebuah produk kosmetik tidak semudah membaca kandungan pada makanan. Sebuah produk pangan dan turunannya bisa dipastikan kehalalannya jika tak mengandung babi atau produk turunannya.
Selain kandungan babi, kehalalan produk kosmetik juga harus dilihat dari bahan kimia yang tertera di produk kosmetik. Bisa jadi bahan yang digunakan berasal dari sumber nonhalal. Jadi, kamu perlu ekstra hati-hati dalam memilih produk kosmetik.
Meski harus lebih teliti, Sahabat Dream sebetulnya punya cara sederhana untuk melihat kehalalan produk kosmetik. Berikut panduan singkat memilih pelembap yang halal dari Halal Lifestyle Influencer, Dian Widayanti dan Halskin.

Foto: Shutterstock
Hindari kandungan skincare yang berasal dari babi atau turunannya. Kandungan yang berasal dari hewan halal dan tidak disembelih dengan cara syar'i juga bisa membuat skincare tidak halal.
Skincare juga bisa jadi tidak halal ketika bersinggungan dengan unsur babi atau kandungannya diproses menggunakan satu fasilitas produksi yang mengandung unsur babi maupun turunannya.
Perhatikan kandungan seperti gliserin, sistin, elastin, kolagen, asam lemak (lauric acid dan linoleic acid), ferment filtrate, ferment lysate, lard, tallow, protein, peptide, asam amino, allantoin, placenta, amniotic fluid, embryo extract, hyaluronic acid, cholesterol, etanol dari industri khamr, serta bahan vitamin yang dilapisi gelatin.
Jika menemukan bahan tersebut dalam skincare, pastikan sumbernya berasal dari hewan dan diproses secara halal. Kamu bisa mengetahui halal atau tidaknya suatu produk dari sertifikasi yang dimiliki maupun label skincare tersebut.
Beberapa skincare membubuhkan sumber kandungan yang diperoleh pada kemasan, seperti 'goat's milk' atau 'baby pig collagen jelly pack'.
Selain mengikuti syari'at Islam, memilih skincare berbahan halal cenderung lebih baik dan aman untuk kulit.
View this post on Instagram
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?