Peduli Lingkungan dengan Kelola Sampah, Mulai dari Rumah Ibadah

Reporter : Ferdike Yunuri Nadya
Senin, 31 Oktober 2022 11:45
Peduli Lingkungan dengan Kelola Sampah, Mulai dari Rumah Ibadah
Kolaborasi dan peran serta semua pihak dalam mata rantai sampah sangat diperlukan untuk menyelesaikan masalah sampah

Dream - Persoalan pengelolaan sampah masih menjadi hal problematik di Indonesia. Terbukti, tingginya produksi sampah nasional yang mencapai 67,8 juta ton pada tahun 2020.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), 37,3% sampah terbesar di Indonesia berasal dari aktivitas rumah tangga.

Masalah tersebut tidak hanya menimbulkan pencemaran lingkungan, tetapi juga memicu terjadinya bencana seperti banjir.

Kolaborasi dan peran serta semua pihak dalam mata rantai sampah sangat diperlukan untuk menyelesaikan masalah ini. Semakin banyak pihak yang terlibat membantu melakukan aksi nyata, akan semakin cepat solusi atas permasalahan lingkungan bisa dihadapi.

 

1 dari 5 halaman

Mulai Kurangi Sampah Plastik

Banyak hal yang dapat Sahabat Dream lakukan untuk mengurangi sampah plastik di Indonesia. Seperti membawa tas belanja sendiri saat berbelanja dan juga botol minuman sendiri setiap hari, hal ini dapat berpengaruh besar dalam mengurangi sampah plastik.

Bayangkan jika 1000 orang membawa botol minuman sendiri dan tidak membeli minuman kemasan. Maka sampah botol plastik akan berkurang 1000 di hari tersebut.

Dan jika ini dilakukan selamanya. Sampah botol plastik akan berkurang dalam jumlah yang besar.

 

2 dari 5 halaman

Pengurangan dan Pengelolaan Sampah Plastik

Sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat komitmen dalam pengurangan dan pengelolaan sampah plastik. Danone turut bekerjasama dengan United Nations Development Programme (UNDP) dan Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL).

Untuk menandatangani nota kesepahaman (MoU) dalam mendukung program Gerakan Sedekah dan Kolekte Sampah Indonesia (GRADASI) yang bertepatan dengan launching program tersebut di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Penandatanganan nota kesepahaman ini juga disaksikan secara langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.
 
Terdapat kesamaan visi dan misi GRADASI dengan komitmen #BijakBerplastik yang diluncurkan Danone-AQUA sejak 2018 untuk menanggulangi permasalahan sampah plastik di Indonesia.

 

3 dari 5 halaman

Mengubah Perilaku Masyarakat

Istimewa© Istimewa

Tujuan kolaborasi lintas sektor ini untuk mengubah perilaku masyarakat dalam mengurangi, mengelola, dan memilah sampah melalui penerapan pendekatan keagamaan sebagai penggerak ekonomi sirkular.

“ Ini merupakan bentuk konkret mendukung inisiatif pemerintah dalam mengubah kesadaran dan perilaku penanganan sampah plastik dan mendekatkan pengelolaan sampah plastik dalam keseharian masyarakat, sekaligus meningkatkan persentase pengumpulan sampah di Indonesia sejalan dengan kampanye #BijakBerpelastik,” ujar Karyanto Wibowo, Sustainable Development Director Danone Indonesia dari keterangan tertulis yang diterima Dream.
 

4 dari 5 halaman

Punya Tiga Fokus Utama

Komitmen #BijakBerplastik memiliki tiga fokus utama yaitu pengembangan infrastruktur pengumpulan sampah, edukasi kepada konsumen dan masyarakat serta inovasi kemasan produk.

Melalui berbagai inisiatif, berdasarkan kajian LPEM UI #Bijakberplastik sendiri telah berhasil meningkatkan 17% sampah plastik yang didaur ulang dan mengurangi hingga 14% sampah plastik di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), serta menurunkan kebocoran PET bekas ke lingkungan dari 3.1% ke 2.5%.

 

5 dari 5 halaman

Edukasi Mengelola Sampah dari Rumah Ibadah

GRADASI sendiri merupakan upaya edukasi kepada rumah ibadah dalam mengelola sampah. Program ini membantu para pengurus rumah ibadah mengumpulkan sampah plastik masyarakat serta memudahkan akses ke bank sampah yang dekat dengan rumah ibadah tersebut.

“ Mengingat masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang religius, bergabungnya masjid dan gereja dalam GRADASI dapat membangun kesadaran lebih bagi masyarakat,” jelas Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 (PSLB3) KLHK, Rosa Vivien Ratnawati.

Semua sampah yang berhasil dikumpulkan, diambil dan dikelola oleh mitra-mitra Danone-AQUA yang ada di berbagai daerah, termasuk Labuan Bajo, untuk kemudian di daur ulang kembali menjadi bahan baku kemasan botol baru ataupun barang lain yang bernilai guna.

Untuk Labuan Bajo, sampah yang terkumpul melalui program GRADASI akan dikelola oleh Kole Project yang merupakan mitra lokal Danone-AQUA. Selain itu, Danone-AQUA juga menfasilitiasi pengadaan kotak sedekah sampah (dropbox) dan juga pendampingan edukasi pada rumah ibadah yang dilakukan melalui modul edukasi Sampahku Tanggung Jawabku (SAMTAKU).

Harapannya, keterlibatan pemuka agama, tokoh masyarakat, siswa/i sekolah dasar, mahasiswa, dan juga komunitas lokal pada program ini dapat menjadi nilai tambah dalam usaha Danone-AQUA untuk mengedukasi masyarakat dan konsumen yang lebih luas lagi.

Beri Komentar