7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Fenomena perselingkuhan menjadi momok menakutkan yang menyergap banyak pasangan. Rasa curiga dan kekhawatiran kerap kali muncul sehingga mengganggu pikiran seseorang.
Namun tenang saja, baru-baru ini sebuah studi berhasil menemukan ada cara mudah untuk menemukan sosok pria yang cenderung akan berselingkuh.
Studi yang dilakukan Universitas Southwest di China menyebut, pria dengan suara 'berat' lebih cenderung tidak setia dalam hubungan mereka.

Nada suara pria diklaim dapat digunakan untuk memprediksi niat 'selingkuh' seseorang. Studi dilakukan dengan mempelajari tingkah laku 116 siswa laki-laki dan 145 siswa perempuan yang punya sejarah hubungan relatif pendek.
Peneliti merekam suara para peserta saat mengucapkan frasa yang sama. Hal ini dilakukan untuk menilai 'kedalaman' suara mereka. Selain itu, mereka juga ditanya seberapa besar kemungkinan mereka untuk selingkuh saat menjalin hubungan.
Dari penelitian itu, dianalisa bahwa pria dengan suara yang relatif 'berat' lebih cenderung melakukan perselingkuhan dibanding yang tidak. Sebaliknya, nada suara wanita tidak bisa dikaitkan dengan peluangnya untuk selingkuh.
" Temuan kami menunjukkan bahwa pria dengan suara 'maskulin' lebih cenderung terlibat dalam perselingkuhan dan kurang berkomitmen pada hubungan dibandingkan dengan pria 'feminim'," jelas ketua tim peneliti, Jing Zhang.
Studi yang dipublikasikan pada Personality and Individual Differences ini juga menjelaskan, efek yang sama tidak ditemukan pada wanita yang diteliti.
Meskipun belum ada alasan yang jelas mengenai klaim tersebut, para peneliti berdalih mereka memiliki sejumlah teori yang mendukung.
" Penelitian menunjukkan suara 'maskulin' dan perselingkuhan pada pria memiliki dasar biologis yang sama, yaitu dipengaruhi oleh kadar testosteron," ujar Jing Zhang.
Menurutnya, modus untuk melakukan perselingkuhan juga didasarkan atas peningkatan akses ke pasangan.
" Pria dengan suara 'maskulin' secara signifikan memiliki riwayat kesehatan jangka panjang dan dominasi sosial. Akibatnya, ia cenderung dianggap memiliki posisi sosial yang lebih tinggi, yang kemudian membentuk paradigma wanita sejak zaman dulu," terangnya lagi.
Jing Zhang menjelaskan hubungan antara karakteristik vokal pria dan niat perselingkuhan lebih mungkin terjadi akibat, peningkatan akses pada wanita. Namun hal ini perlu dibuktikan lebih lanjut.
(Sumber: Daily Star)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?