Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Saat ini praktik khitan pada perempuan masih menjadi kontroversi. Terdapat beberapa pendapat yang menyarankan dan melarang hal tersebut. Pelarangan ini muncul karena terdapat penyimpangan pelaksanaan khitan yang menimbulkan bahaya.
Population Council, sebuah organisasi penelitian kesehatan melakukan penelitian terhadap, pelaksanaan khitan perempuan di 6 provinsi di Indonesia.
Dari penelitian tersebut, terungkap kalau sering dilakukan penyimpangan tata cara pelaksanaan khitan perempuan yang berdampak bahaya. Seperti dengan cara menggores, memotong, mengerik, menusuk, mencubit, menindik, dan sebagainya.
Fuad Thohari, Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia menjelaskan bahwa dalam syariat Islam pelaksanaan khitan pada perempuan sangat dianjurkan. " Khitan baik pada lelaki dan perempuan termasuk dalam aturan Islam dan salah satu ibadah yang dianjurkan," ujar Fuad saat ditemui di Puri Denpasar Hotel, Jakarta, Rabu 25 April 2018.
Ia menerangkan bahwa khitan perempuan terdapat pada hadits riwayat Al Khatib. " Rasulullah bersabda bahwa mengkhitan wanita dilakukan secara sedikit dan jangan dipotong semuanya, karena hal ini akan menceriakan wanita tersebut dan akan membahagiakan calon suaminya kelak," ungkap Fuad.
Menurutnya cara khitan perempuan yang baik ialah dengan cara menggores kulit yang menutupi bagian depan klitoris tanpa sedikit pun melukai klitoris. Dalam situasi kontroversi ini, Fuad mengungkapkan bahwa posisi MUI ialah netral.
" Di satu sisi kami mendukung penuh khitan perempuan karena sesuai dengan fitrah Islam. Tapi, di sini kami tidak menutup mata mengenai penyimpangan praktik yang menimbulkan bahaya," ungkap Fuad.
Untuk menghindari adanya bahaya penyimpangan terhadap praktek khitan, fatwa MUI menegaskan mengenai adanya tata cara atau batasan sunat pada perempuan.
" Penentuan batasan ini sesuai dengan petunjuk yang diberikan Rasulullah, yaitu sedikit saja, tidak berlebihan, dan tidak menimbulkan bahaya," kata Fuad.
Permenkes soal khitan perempuan
Tata cara khitan perempuan ini terdapat pada standard operating precedure (SOP) sesuai Permenkes nomor 1636 tahun 2010. Dalam SOP tersebut dijelaskan prosedur sunat untuk tenaga kesehatan.
Seperti dikutip dari Depkes.go.id, sunat perempuan adalah tindakan menggores kulit yang menutupi bagian depan klitoris, tanpa melukai klitoris dan hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan tertentu, yaitu dokter, bidan dan perawat yang telah memiliki izin praktik, atau surat izin kerja dan diutamakan yang berjenis kelamin perempuan.
Dalam melaksanakan sunat perempuan, tenaga kesehatan harus mengikuti prosedur tindakan. Antara lain cuci tangan pakai sabun, menggunakan sarung tangan, melakukan goresan pada kulit yang menutupi bagian depan klitoris (frenulum klitoris) dengan menggunakan ujung jarum steril sekali pakai, dari sisi mukosa ke arah kulit, tanpa melukai klitoris.
Laporan Dina Nazhifah
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi