Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Tongseng (Foto: Shutterstock)
Dream - Dibandingkan dengan makanan khas Asia Tenggara lainnya, makanan Indonesia belum begitu terkenal secara internasional. Padahal, cita rasa khas Indonesia banyak digemari, bahkan rendang menjadi kudapan favorit dunia.
" Masakan Indonesia sebenarnya sangat laku dan disukai, tapi belum terkenal. Nggak seperti makanan khas Korea, Jepang atau Thailand," ujar Chef Degan Septoadji di Almond Zucchini, Jakarta Selatan, Senin 2 September 2019.
Menurut mantan juri Masterchef, hal tersebut disebabkan oleh kurangnya promosi skala internasional. Masakan dari negara lain begitu ternama juga karena komunitasnya yang besar di luar negari.
" Selain itu, kalau dibandingkan dengan makanan Vietnam, Chinese atau Japanese, di negara tertentu sudah ada komunitas besarnya. Misalkan masakan khas Vietnam di Australia komunitasnya gede banget. Bahkan China Town saja ada di berbagai negara," kata Chef Degan.
Komunitas tersebut juga telah terbentuk sejak lama. Sehingga impor bahan-bahan masakan khas negara tertentu bisa lebih mudah dilakukan.

" Vietnam banyak komunitasnya karena zaman refugee mereka memang di beberapa negara sudah punya komunitas tinggi. Mereka bisa impor barang-barangnya. Jadi kalau saya ke Australia mau masak masakan Vietnam, bahan aslinya bisa dibeli di sana. Kalau Indonesia belum ada," ungkapnya.
Sedikitnya bahan baku untuk membuat kudapan khas Indonesia menyiratkan bahwa komunitasnya paling sedikit di antara lainnya.
Jika ingin masak masakan khas Indonesia, biasanya ia membeli bahan di toko yang menjual bahan makanan Thailand atau Vietnam. Bahan pun harus disesuaikan dengan yang ada.
" Bikin terasi biasanya dari toko Thailand. Santan khas Indonesia saja belum banyak. Paling yang ada kecap manis, tapi masih terbatas dari Indonesianya sendiri," kata Chef Degan.
Menjamurnya restoran khas Thailand, Vietnam, Singapura maupun Malaysia membuat makanan dari negara tersebut lebih dikenal. Hal ini membuat makanan Indonesia kalah populer.

" Di masing-masing ada Nasi Goreng. Padahal Nasi Goreng juga dari kita. Tapi di sana nggak ada restoran Indonesia, orang nyangka ini mungkin dari Singapura. Untuk itu, distribusi bahan makanan seperti rempah itu penting supaya kita bisa dapat bahannya," ungkap Chef Degan.
Dream - Sudah membuat masakan favorit keluarga, tetapi hasilnya malah mengecewakan. Rasa masakan tak seperti biasa. Ada yang kurang atau malah rasanya menjadi sangat aneh.
Dalam memasak, insiden salah perhitungan takaran bumbu memang kerap terjadi. Ada yang kurang atau berlebihan sedikit saja, bisa mengubah rasa dan aroma keseluruhan masakan.
Rasa yang diinginkan malah tak didapatkan. Nah, coba hindari tiga kesalahan ini dan konsisten dalam memberi takaran bumbu.

1. Tidak memberi garam sama sekali
Garam jadi komponen super penting dalam masakan. Efek memberi garam pada masakan bisa membuat daging menjadi lebih empuk, sayuran menjadi lebih nikmat serta masakan jadi lebih terasa.
Dengan takaran yang pas, tidak berlebihan, justru akan mengeluarkan rasa asli masakan. Jadi, tak perlu takut memberi garam.
2. Selalu menggunakan lada hitam
Lada hitam memang memiliki rasa yang tajam. Sifat rasanya, meningkatkan kemampuan kita untuk mencicipi makanan, menstimulasi kelenjar air liur sehingga kita mengalami rasa lebih lengkap. Namun, tidak perlu menggunakannya dalam segala hal masakan seperti garam.
Sifat lada hitam tidak seperti garam yang akan melebur dengan masakan. Bumbu ini akan menonjol dengan rasa khasnya. Membumbui segala masakan dengan lada hitam akan membuatnya malah terasa membosankan.

3. Menggunakan rempah lama
Umur rempah juga sangat mempengaruhi rasa. Ingat kembali kapan Sahabat Dream memperbarui rempah di dapur. Jika sudah lebih dari 6 bulan hingga setahun sebaiknya ganti dengan yang baru. Kesegaran rempah yang baru digiling akan sangat kualitas rasa masakan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam