Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tattoo Collection, Koleksi Baru Populo Batik. (Foto: Dream.co.id/Erisa Riyana)
Dream – Kreasi para desainer memang tak terbatas. Inspirasi yang datang bisa berasal dari berbagai hal dan dituangkan dalam karya desain atau motif mereka. Namun apa jadinya jika seniman tato dan penata rambut berkolaborasi menggabungkan ide mereka.
Ide cukup unik ini dituangkan Populo Batik yang baru meluncurkan koleksi terbarunya, Tattoo Collection. Brand fesyen ini menggandeng seniman tato dan penata rambut dari Berlin, Jerman, Tobias Vetter.
Hasil kolaborasi ini menghasilkan sebuah gabungan motif tradisional dan seni kontemporer.
“ Koleksi busana kontemporer, melestarikan seni kerajinan batik Indonesia,” ujar Marketing Communication, Karina, di Jakarta, ditulis Sabtu 29 September 2018.
Karina mengatakan motif latar belakang “ Tattoo Collection” adalah Alas Jawa yang diubah menjadi pembuluh darah. Vena memiliki filosofi sebagai pohon kehidupan manusia, tempat darah mengalir dan berhubungan erat dengan seni tato.
Sementara desain Tobias Vetter memberikan idenya dengan menampilkan motif payung, pipa, pisau, dan beberapa bentuk botol
Desain kain dilengkapi sisir dan gunting rambut vintage yang digambar artis tatto Toblas Betterm, yang posisinya seperti huruf " V " untuk Viktor dan motif ketiga adalah logo Vicktorleske.

Ketiga pola diposisikan secara berurutan sehingga menciptakan pola V yang simetris.
" Kami ingin mendesain garis batik, pada satu sisi memiliki basis kuat dalam herritage batik tradisional Indonesia dan pola perancangan pendekatan desain internasional,” kata dia.
Penggunaan warna dan siluet di sisi lainnya, kata Karina, menghasilkan temuan baru untuk desain batik.
Papulo sendiri didirikan di jakarta pada tahun 1994 dengan koleksi kontemporer non batik. Kemudian, pada tahun 2013 meluncurkan koleksi batik pertama untuk menghadirkan seni kerajinan batik indonesia.
Sekedar informasi, Papulo juga memberikan penawaran bagi konsumen yang ingin custom sendiri model yang diinginkannya. Kisaran harga yang diberikan bervariatif antara Rp750 ribu-Rp3 juta. Saat ini penjualan hanya dilakukan offline di store Papulo Batik.
(Sah, Laporan: Erisa Riyana)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya