Kamis, 15 Oktober 2026 Cari

Perlakuan Orangtua Seperti Ini yang Bikin Anak Jadi Tangguh

Reporter : Mutia Nugraheni
Rabu, 11 Oktober 2017 19:59
Perlakuan Orangtua Seperti Ini yang Bikin Anak Jadi Tangguh
Jangan ragu untuk mengekspresikan kasih sayang Anda pada si kecil, setiap waktu, setiap hari.

Dream - Orangtua mana yang tak ingin anak-anaknya memiliki kepribadian yang tangguh. Mandiri, tak mudah menyerah, mampu mencari solusi dan kreatif saat menghadapi masalah. Namun hal tersebut tak terbentuk dalam semalam.

Dibutuhkan pola asuh mumpuni, orangtua dengan teladan yang baik dan tak selalu melindungi anak ketika mereka tertimpa masalah. Kadang anak memang butuh 'jatuh' untuk bisa tahu
caranya bangkit.

Keseluruhan hal positif tersebut bisa didapatkan anak jika mendapat perlakuan yang penuh kasih sayang dari orangtua. Sebuah riset yang dilakukan Child Trends, organisasi riset nirlaba
terkemuka di Amerika Serikat, mengungkap kalau sikap penuh kasih ini akan berdampak jangka panjang pada anak.

" Harga diri yang lebih tinggi, kinerja akademis yang lebih baik, komunikasi orangtua dan anak yang lebih baik, serta lebih sedikit masalah psikologis. Perilaku telah dikaitkan dengan kasih
sayang ini," ungkap penelitian tersebut.

Pada 2010, tim periset di Duke University Medical School menemukan bahwa bayi dengan ibu yang sangat sayang dan penuh perhatian tumbuh menjadi orang yang lebih bahagia, lebih
tangguh, dan memiliki level kecemasan yang rendah. Penelitian ini melibatkan sekitar 500 orang yang dianalisi saat masih bayi sampai berusia 30-an.

Ketika bayi berusia delapan bulan, psikolog mengamati interaksi ibu mereka dengan mereka saat mereka melakukan beberapa tes perkembangan. Para psikolog menilai tingkat kasih sayang dan perhatian ibu pada skala lima poin, mulai dari yang " kurang" hingga " tinggi" .

Hasilnya hampir 10% ibu menunjukkan tingkat kasih sayang yang rendah, 85 persen menunjukkan jumlah kasih sayang normal, dan sekitar enam persen menunjukkan tingkat kasih sayang yang tinggi.

Lalu 30 tahun kemudian, orang-orang yang sama diwawancarai tentang kesehatan emosional mereka. Orang dewasa yang ibunya menunjukkan kasih sayang " tinggi" dan" sangat tinggi"
mengalami level kecemasan dan stres yang lebih sedikit.

Para peneliti yang terlibat dalam penelitian ini menyimpulkan bahwa hormon oksitosin mungkin bertanggung jawab atas efek ini. Oksitosin adalah zat kimia di otak yang dilepaskan pada saat
seseorang merasakan cinta dan koneksi. Hal ini terbukti membantu ikatan orang tua dengan anak-anak mereka, menambahkan rasa percaya dan kepercayaan.

Ekspresikan Kasih Sayang
Lalu bagaimana agar kasih sayang yang diberikan membentuk kepribadian anak dengan sangat baik? Ekspresikanlah sesering mungkin, efeknya bagi anak begitu besar. Cara berikut mungkin bisa Anda terapkan

- Kontak kulit
Sejak bayi lahir, sebanyak mungkin lakukan kontak kulit, inisiasi menyusui dini, menyusui, berpelukan, mencium, bergandengan tangan, segala macam hal yang membuat Anda dan anak
bersentuhan kulit. Sentuhan ini membuat anak dan orangtua lebih dekat dan lebih stabil secara emosi.

- Bermain
Jangan lupa bermain, sesibuk apapun Anda. Taruh ponsel dan distraksi lain dan mainlah bersama anak-anak tercinta meski hanya 15 hingga 30 menit tapi fokus. Anak sangat butuh bermain bersama orangtuanya, bukan hanya sekedar diberi mainan mahal.

- Pelukan rutin
Jadikan pelukan hangat saat harus pergi dan ciuman di kening sebelum tidur sebagai 'kewajiban'. Lakukan ini sejak anak masih kecil hingga ia beranjak dewasa. Jika ia tak mau lagi
melakukannya, merajuklah. Anak remaja biasanya akan luluh saat ibunya meminta pelukan hangat.

- Hukuman dengan kasih sayang
Si kakak melempar mainan ke adik hingga terluka. Tentu Anda sangat marah dan ingin menghukumnya. Hukuman bisa diberikan dengan 'menyita' mainan. Tapi jangan meneriaki apalagi memukulnya. Ajak si kakak bicara serius, tatap matanya dan berikan pelukan setelah menasihatinya. Pastikan si kakak tahu, memeluk jauh lebih baik daripada saling melempar.

Sumber: Motherly

 

Beri Komentar