Perut Lapar tapi Malah Merasa Mual dan Ingin Muntah? Ini Alasannya

Reporter : Sugiono
Jumat, 1 November 2019 11:10
Perut Lapar tapi Malah Merasa Mual dan Ingin Muntah? Ini Alasannya
Bagaimana bisa di saat kita lapar karena belum makan, perut malah terasa mual hingga ingin muntah?

Dream - Pernahkah Sahabat Dream merasa mual dan ingin muntah di saat sedang lapar? Fenomena ini memang terdengar aneh, tapi itu adalah kondisi yang normal.

Seringkali karena terlalu sibuk, kita telat makan hingga merasa lapar di siang harinya. Tapi, bukannya ingin makan, perut malah terasa mual hingga mau muntah.

Bagaimana bisa di saat kita lapar karena belum makan, perut malah terasa mual hingga ingin muntah?

Christine Lee, seorang gastroenterologis di Cleveland Clinic, Ohio, Amerika Serikat, menjelaskan bahwa ada dua hal yang menyebabkan kondisi tersebut.

Penyebab pertama adalah banyaknya gas asam yang bersarang di dalam tubuh akibat perut yang belum terisi makanan sama sekali.

Menurut dokter Lee, perut menghasilkan asam klorida yang merupakan komponen utama dalam asam lambung sebagai bagian dari proses panjang saat tubuh mencerna makanan.

Sebagian makanan akan diserap untuk dijadikan sebagai energi dan pembentuk jaringan tubuh. Sementara sisanya yang sudah tidak berguna akan dibuang dalam bentuk kotoran dan keringat.

Nah, jika perut kita kosong dalam jangka waktu tertentu, tubuh tetap akan menghasilkan asam klorida di dalam lambung.

Karena tidak ada bahan yang diproses, maka asam lambung ini akan menganggur sehingga akhirnya menumpuk di dalam perut.

" Jika asam lambung ini sampai naik ke kerongkongan kita, maka akan menyebabkan berbagai masalah pencernaan. Mulai dari penyakit asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), mulas, hingga mual," kata dokter Lee.

1 dari 3 halaman

Mengabaikan Sinyal Yang Dihasilkan Tubuh

Kemungkinan penyebab perasaan mual ketika perut lapar karena kita mengabaikan berbagai sinyal dalam tubuh ketika harus makan.

Sinyal-sinyal ini diatur oleh sistem endokrin, yaitu sistem kelenjar yang terdiri dari kelenjar hipofisis, kelenjar tiroid dan pankreas.

Secara bersama-sama, mereka menggunakan aliran darah untuk berkomunikasi secara kimiawi.

Hormon yang dihasilkan oleh sistem endokrin inilah yang memberi tubuh informasi yang dibutuhkan untuk menjaga tingkat kimianya seimbang.

Misalnya, untuk menjaga kadar gula darah tetap seimbang sehat dan mendukung berbagai aktivitas tubuh, kamu akan membutuhkan kalori.

Maka, perut mengirimkan sinyal ke sistem endokrin yang memicu pelepasan hormon; hormon-hormon ini memberi tahu otak, " Beri kami lebih banyak kalori" atau " Sudah cukup" .

Sebenarnya banyak sekali jenis hormon yang terlibat dalam komunikasi ini, tapi yang paling dominan adalah hormon ghrelin dan leptin.

2 dari 3 halaman

Saling Menjaga Keseimbangan

Menurut dokter Lee, ghrelin adalah hormon yang memicu rasa lapar. Sebaliknya, hormon leptin mencegah ghrelin bekerja secara berlebihan, dengan mengurangi nafsu makan.

" Saat Anda makan, tubuh melepaskan leptin, yang memberi sinyal bahwa tubuh sudah kenyang. Sebaliknya, jika tubuh membutuhkan makanan, maka perut akan mengirim sinyal dengan melepaskan hormon ghrelin," katanya.

Interaksi antara ghrelin dan leptin itulah yang menjaga keseimbangan tubuh dalam memroses makanan yang kita makan sehari-hari.

3 dari 3 halaman

Keseimbangan Bisa Rusak

Tapi interaksi kimiawi yang seimbang tersebut bisa rusak jika kamu mengabaikan sinyal lapar dan tidak makan secara teratur. Jika diteruskan, tubuh akan memproduksi lebih banyak ghrelin.

" Ketika hormon ghrelin naik drastis, seharusnya meningkatkan nafsu makan. Tapi hal itu tidak selalu terjadi. Beberapa orang sangat sensitif dengan kadar hormon yang meningkat," kata dokter Lee.

Tingkat sensitivitas terkait hormon ghrelin ini bervariasi, mulai dari merasa mual ringan hingga berat. Jika gejala mual sudah sampai tingkat yang parah maka perlu diwaspadai.

Ketika sinyalnya cukup intens sehingga sampai mual parah atau sakit, itu berarti tubuh memberi tahu bahwa kamu mengalami sindrom metabolik.

Sindrom metabolik adalah kondisi di mana gula darah tinggi, kolesterol abnormal, peningkatan tekanan darah yang dapat menyebabkan penyakit jantung

(Sumber: Live Science)

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More