Pesona Kebaya Papua dari Vera Anggraini

Reporter : Cynthia Amanda Male
Senin, 13 Agustus 2018 17:15
Pesona Kebaya Papua dari Vera Anggraini
Selain kebaya Papua, dalam fashion itu juga turut dihadirkan pula 39 kebaya dari daerah lain yang akan terbagi dalam 3 sesi.

Dream - Ada berbagai cara untuk menyambut peringatan hari kemerdekaan. Termasuk bagi para pelaku fashion Tanah Air.

Salah satu cara dilakukan perancang kebaya pengantin, Vera Anggraini, yang mengadakan pagelaran perdana bertemakan 'Merajut Nusantara'. Melalui show ini, Vera menampilkan 40 kebaya khas nusantara yang dibagi dalam tiga tema; Khatulistiwa, Jawa Dwipa, dan Swarnadwipa.

" Saya tetap memodifikasi dan bereksperimen, tapi tidak meninggalkan ciri khas daerah masing-masing," ujar Vera di Lotte Shopping Avenue, Jakarta Selatan, Senin 13 Agustus 2018.

 Pagelaran 'Merajut Nusantara'© Khidr Al-Zahrani

Pada tema Khatulistiwa, ia menampilkan 13 kebaya dari Gorontalo, Banjar, Papua, Ambon dan lain-lain. Sedangkan Jawa Dwipa, terdiri dari 12 kebaya dari Jawa hingga Bali.

" Saat show di Hotel Raffles Jakarta tanggal 15 nanti, salah satu tema yang akan saya tampilkan adalah 'Swarnadwipa' yang terdiri dari 15 kebaya. Dari Aceh hingga Lampung. Memang saya hanya mengambil 40 daerah untuk mewakili saja," imbuhnya.

 Koleksi kebaya Vera Anggraini© Dream

Untuk mewakili ciri khas 40 daerah tersebut ia menggunakan ragam bentuk, warna dan bahan kebaya. Dia memang sengaja tidak fokus pada satu warna untuk sebuah wilayah. Menurut dia, yang penting bisa merepresantasikan daerahnya. " Untuk bahan, saya menggunakan organdi tile, tenun, beludru, brokat, dan brokat," katanya.

Dalam pagelaran tersebut, ia dibantu oleh beberapa orang yang profesional di bidangnya, seperti Darwis Triadi sebagai fotografer, Djaduk Ferianto sebagai penata musik, dan Des Iskandar sebagai penata riasnya.

 Koleksi kebaya Vera Anggraini© Dream

" Ini bisa menjadi bukti bahwa di dalam budaya juga ada seni. Bukti bahwa pelaku kreatif bisa berikan kontribusi lewat jalur seni untuk mengembangkan budaya dan berbicara tentang cara 'Merajut Nusantara'," ungkap aktor sekaligus penata musik, Djaduk Ferianto.

Dalam acara ini, Djaduk mengambil beberapa efek suara yang jarang diperdengarkan. Seperti lagu daerah asal Sulawesi dan Palu yang jarang didengar dan doa-doa ritual asal Kalimantan yang diolah menjadi musik teatrikal.

1 dari 1 halaman

Seperti Apa Kebaya Papua?

Untuk pertama kalinya, pemilik label Vera Kebaya akan menghadirkan kebaya dari Papua. Ia telah mempersiapkan satu koleksi kebaya dengan mengambil motif dan warna dari daerah timur Indonesia tersebut.

Jika kebaya pada umumnya memiliki bahan brokat dan lase, khusus untuk kebaya Papua ia memakai bahan anyaman dan rumbai dengan potongan tanpa lengan.

Kebaya tersebut sedianya akan dibuat dengan model layering (berlapis) penuh lengkap dengan hiasan drappery dan jerami pada bagian tubuh. Mempercantik kebaya tersebut juga turut diaplikasikan motif raffles dan perhiasan dari bulu-bulu dan kalung asli buatan Papua.

Selain itu, kebaya tersebut juga akan dilengkapi dengan aksesoris dari biji-bijian dan hiasan kepala bulu-bulu. Diakuinya ia telah merancang busana tersebut hingga satu setengah bulan dengan pengerjaan tangan.

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup