Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Stiker Kuku (Foto: Shutterstock)
Dream – Pergantian tahun menjadi tanda munculnya berbagai penemuan baru di bidang teknologi yang memang tengah berkembang pesat. Persaingan yang ketat menuntut banyak produsen barang teknologi harus gencar berinovasi.
Situasi ini juga berlaku untuk bisnis cetak atau printer. Tahun ini para produsen printer kembali memperkenalkan printer dengan built-in technology yang semakin lengkap.
Kalau biasanya printer hanya digunakan untuk mencetak, kini bisa berfungsi sebagai scanner, pembaca juga bisa mencetak kebutuhan kreatif seperti origami atau nail sticker.
" Akan ada shifting dari printer single function ke multifunction (all in one). Mungkin fitur lain ada yang jarang terpakai, tapi tetap dibutuhkan," kata Senior Manager PT Datascript, Monica Aryasetiawan, dalam acara peluncuran printer Canon PIXMA TS8270 di Jakarta, Kamis 10 Januari 2018.
Monica mengatakan keberadaan alat cetak multifunction tidak akan memakan konsumen single function seperti printer dan scanner.

Nyatanya, di Indonesia masih banyak orang yang memilih alat cetak single function di saat banyak negara sudah meninggalkannya dari beberapa tahun lalu. Padahal, single function seperti scanner diprediksikan akan ditinggalkan sejak tahun 2003.
Tapi, penjualan scanner di Indonesia tetap stagnan. Bahkan di saat barangnya tidak lagi booming.
Hal ini bisa jadi disebabkan oleh harga printer all in one yang cukup mahal dibandingkan scanner. " Scanner seharga Rp700 ribu juga ada. Kalau all in one, (harganya) jutaan dan printernya jadi ada dua," kata dia.
Kemunculan printer all in one ini pun belum bisa memikat banyak orang. Padahal, fitur yang diperkenalkan oleh printer all in one sangat personal dan mempermudah berbagai aktivitas.
Tidak hanya mencetak dokumen, kamu juga bisa menggunakannya sebagai scanner, mencetak foto dari ponsel, memory card atau hard disk, membuat origami atau nail sticker. Jadi, lebih praktis bahkan untuk kebutuhan kreatif.

" Printer all in one lebih praktis dan mendukung kreativitas dan keunikan kaum muda untuk punya karya yang berbeda-beda. Di printer ini kita juga bisa tentukan besar kertas dan lebar bordernya. Layarnya juga lebih besar," katanya.
Jenis alat cetak ini dikategorikan sebagai home printer karena lebih banyak menangani kebutuhan personal.
Monica mengatakan harga printer Canon PIXMA TS8270 mahal, yaitu Rp4 juta. Namun, barang elektronik ini cukup diminati, terutama untuk pelaku kreatif yang ingin lebih praktis dalam mengerjakan karyanya.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya