Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Shutterstock
Dream - Kolagen adalah protein struktural utama dalam jaringan ikat dan komponen matriks jaringan ekstraseluler. Jenis protein ini banyak terdapat pada kulit, rambut, tendon, tulang rawan, dan tulang.
Aksi ganda kolagen pada kulit adalah menyediakan komponen building blocks untuk kulit yang dapat menjaga elastisitas dan kekenyalan kulit.

“ Kolagen ini ibarat semen pada batu bata, kalau semen nya bolong maka tekstur akan tidak mulus. Sama halnya dengan kulit, jika kolagen berkurang akan kulit akan keriput,” jelas dr. Yohan Samudra, Dokter Spesialis Gizi pada acara NutriVille, Selasa 18 Agustus 2022.
Faktanya kemampuan tubuh manusia memproduksi kolagen menurun dratis seiring pertambahan usia. Sejumlah faktor eksternal dari gaya hidup juga semakin memengaruhi produksi kolagen.
“ Kebiasaan seperti merokok, kurang tidur, kurang asupan, paparan sinar matahari, dan lainnya dapat menyebabkan berkurangnya kuantitas dan kualitas elastin dan kolagen pada daerah dermis membuat kekenyalan kulit menurun,” tambah dr Yohan.
Menurunnya elastisitas kulit ini akan membuat wajah tampak “ kosong” atau “ longsor”, muncul kerutan, hilangnya elastisitas, dan juga tejadi perubahan warna kulit.
Kolagen diproduksi dari asupan protein yang kita konsumsi. Jadi makanan yang kaya protein akan membantu tubuh memproduksi kolagen yang baik untuk kulit.

“ Kebutuhan protein untuk orang dewasa 1 gram untuk per berat badan, jadi kalau 60 kg butuh 60 gram protein per hari,” tambah dr. Yohan.
Jika asupan protein kurang, suplemen yang mengandung kolagen atau minuman kolagen dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan kolagen.
“ Sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa asupan minuman kolagen dapat membantu meningkatkan jumlah kolagen pada tubuh. Seperti pada penggunaan 2.5 gram kolagen peptide setiap hari selama 60 sampai 90 hari dapat membantu memperbaiki hidrasi dan elastisitas dan mengurangi kerutan,” tambah dr. Yohan.
Kolagen 2,5 gram perhari juga dapat melindungi fungsi sel dari efek berbahaya UVA, menyehatkan saluran pencernaan, hingga dapat memperbaiki kondisi sarcopenia, radang sendi, penyembuhan luka, dan menambah imun tubuh.
“ Mendukung wanita untuk look good feel good, kami menghadirkan kolagen drink dari NutriVille,” jelas Ricky Suhendar, Chief Marketing Officer PT AHEB pada kesempatan yang sama.
Jika kolagen yang dikonsumsi sudah cukup, jangan lupakan vitamin C karena zat ini dapat membantu penyerapan kolagen lebih optimal.

“ Setiap minuman kolagen harus disertai dengan kandungan vitamin C guna membantu penyerapan kolagen yang lebih cepat pada kulit,” tambah dr. Yohan.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya