Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Foto: Ilustrasi/Shutterstock
Dream – Di dunia gamers, tak ada konsol game yang banyak diidamkan saat ini selain Playstation 5 (PS5). Namun PS5 yang dimiliki Youtuber terkenal ZHC ini mungkin menjadi satu-satunya yang terbesar di dunia.
Konsol PS5 ini memiliki tinggi 10 kaki atau sekitar 3 meter, berat 500 pound (227 Kg) dan harus ditebus seharga US$ 70 ribu setara Rp973 juta.
“ Aku membeli PS5 terbesar di dunia dan melukisnya,” ujar ZHC pada tautan Twitter di akun pribadinya.
PS5 ini merupakan konsol modern terbesar yang pernah ada, yang tentunya akan menjadi masalah bagi beberapa pemain PlayStation. Banyak yang berkomentar harga US$ 70 ribu tidak sebanding dengan produknya.

Untuk mendapat konsol dalam prespektif yang segitu besar, setidaknya kamu harus menumpuk sekitar 30 konsol PS5 yang biasa secara horizontal untuk mencapai ketinggian yang sama dengan konsol besar saat berdiri secara vertikal.
Bisa dibilang, konsol sebesar ini juga akan sulit masuk lewat pintu rumah orang biasa.
Sementara itu untuk mendapatkan prespektif berat PS5, seberat 500 pound, setidaknya diperlukan 55 konsol PS5 biasa, dengan berat sekitar 9 pound untuk satu PS5 yang biasa.
Tentu saja, konsol sebesar ini juga dilengkapi dengan pengontrol DualSense yang luar biasa besar, menyesuaikan dengan konsolnya.
“ Bagi kalian yang bertanya, apakah pengontrol raksasa 4 feet (30 cm) benar-benar berfungsi, bagian dalam yang cukup rumit dan memiliki lampu Led ini juga, semua tombol berfungsi normal seperti tombol berukuran biasa,” tambah ZHC.
Kebanyakan orang, mungkin berpikir akan sulit untuk memiliki PS5 raksasa ini, apalagi dengan harga selangit.
Untuk PS5 yang biasa saja, banyak orang yang sulit mendapatkannya karena langka, apalagi PS5 raksasa yang sulit dalam pembuatan serta harga yang sulit dijangkau.
(Laporan: Josephine Widya, Sumber: Comicbook)
Dream – Kemunculan Play Station 5 (PS5) yang sudah dinantikan para gamers diwarnai kabar tak sedap. Sebuah firma hukum di Amerika Serika (AS) tengah menginvestigasi adanya cacat dalam salah satu bagian perangkat keras dari konsol permainan besutan Sony tersebut.
Chimicles Schwartz dan Donaldson-Smith LPP, seorang spesialis dalam perangkat keras konsol meminta mengaku sedang mengumpulkan informasi pengguna Sony PS5 DualSense Controller. Bagian sensor disebutkan bergerak sendirinya tanpa diarahkan.
Situs web perusahaan menyebar survei kepada responden kapan mereka pertama kali mengetahui masalah tersebut. Dalam salah satu pertanyaan dicantumkan juga apakah pengguna mendapat bantuan dari Sony.
Dari respons yang dibuat itu, kedua spesialis tersebut mengklaim ingin mencari petunjuk yang mengarah pada gugatan perangkat keras terhadap konsol pabrikan pembuat PS5, dan kemungkinan perusahaan PlayStation tidak akan melanjutkan kerjasama pembuatan dengan pabrik tersebut.
Awal mula penyelidikan dilakukan ketika seorang pengguna PS5 mengaku pengontrol DualSense mereka bergerak melayang sendiri. Saat hendak memperbaiki, pihak pembuat dituding membutuhkan waktu cukup lama untuk melakukannya.
Seperti yang dilaporkan Kotakku, pemain yang mengalami ketidaknyamanan pada konsol itu telah mengunggah pengalaman mereka ke media sosial. Beberapa unggahannya, sebagai berikut:
- Pemain Fenyx Rising: Menunjukan kamera mereka berputar perlahan disekitar karakter mereka di tengah layar.
- Pemain Call of Duty: Black Ops Cold War merekam kursor mereka melayang ke kiri selama pertandingan
Kedua pemain sama-sama menjelaskan bahwa mereka sedang tidak menyentuh tongkat analognya, namun kursor bergerak sendiri.
Saat ingin memperbaiki masalah tersebut, pemain mendapatkan masalah baru yang merepotkan.
Situs web PlayStation memiliki portal sendiri untuk menangani perangkat keras DualSense, yang pada akhirnya mengarahkan pemain pada penangguhan layanan pelanggan.

© © Shutterstock
Kabar baiknya perbaikan ini tercakup dalam garansi. Kabar buruknya, PS5 harus dikirimkan kembali ke Sony dan pengirimannya ditanggung konsumen.
Masalah ini tampaknya cukup parah bagi mereka yang menderita, namun masalah seperti ini sebenarnya bukan hal baru. Rupanya, hal serupa juga pernah terjadi pada nintendo Switch.
Jadi apakah masalah Sony akan menyebar luas? Masih harus dilihat pembaruannya.
(Laporan: Josephine Widya, Sumber: Gamesradar)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya