7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Sumber Foto: Shutterstock
Dream - Keputusan pemerintah untuk memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) menuai pro kontra. Sebagian merasa senang melihat anaknya bisa kembali berinteraksi secara langsung dengan guru dan teman-temannya, namun tidak sedikit yang khawatir untuk melepas anaknya kembali belajar di sekolah.
Kesiapan orangtua dan pihak sekolah sangat penting untuk menghindari terjadinya klaster PTM. Pihak sekolah harus bisa melaksanakan protokol kesehatan yang memadai, memperkirakan kapasitas kelas yang optimal untuk kegiatan belajar mengajar, hingga memastikan guru yang mengajar dalam kondisi yang sehat.
Orangtua juga wajib memberikan pemahaman kepada anak tentang protokol kesehatan dan mempersiapkan kondisi fisik anak.

" Setiap sekolah harus menyiapkan Satgas Covid-19 dan prosedur-prosedur lain pun harus diterapkan, utamanya dalam hal penerapan PHBS," ujar Direktur Sekolah Dasar Kemendikbudristek, Dra. Sri Wahyuningsih pada siaran virtual Pentingngnya Protokol Kesehatan sebagai Kunci Keamanan Tatap Muka, beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan, sesuai SKB Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19, ada serangkaian hal penting yang harus dilakukan oleh semua warga satuan pendidikan selama PTM terbatas sebagai berikut.
© Dream
Penting bagi orangtua untuk memperhatikan kondisi kelas apakah mumpuni di masa pandemi Covid-19 ini.
" Kondisi kelas sesuai prosedur PTM adalah menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 18 peserta didik per kelas," kata Sri.
Selain memastikan kondisi kelas aman untuk anak melakukan PTM, orangtua juga harus membiasakan anak menjaga kebersihan diri dan menerapkan etika batuk.
" Wajib menggunakan masker dengan benar, rajin mencuci tangan dengan air yang mengalir dan sabun, tidak melakukan kontak fisik dan menerapkan etika batuk," uja Sri.
© Dream

Orangtua bisa mempersiapkan anak yang akan melakukan tatap muka dengan membekali anak makanan.
" Di masa transisi kantin tidak diperbolehkan untuk buka. Di masa kebiasaan baru, kantin boleh beroperasi dengan tetap menjaga protokol kesehatan," ujar Sri.
Untuk bekal yang disiapkan pastikan bernutrisi untuk menjaga kesehatan si kecil selama pandemi ini.
© Dream
Sekolah dapat memanfaatkan pembelajaran di luar kelas untuk mengoptimalkan sirkulasi udara.

" Anak-anak juga akan merasa lebih nyaman dalam belajar," ujar Sri Wahyuni.
Selain itu, sekolah dapat menerapkan pembelajaran Project Based Learning untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan meminimalisir interaksi secara langsung.
© Dream
Turut mengambil peran, Unilever memberikan bantuan berupa produk kebersihan dan higienitas serta sarana cuci tangan yang disalurkan ke sekolah dasar di berbagai kota dan kabupaten, dilengkapi berbagai program edukasi.

“ Semoga semakin menggenapkan upaya kami untuk mempererat kerja sama dari semua pihak dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan higienis,” ujar Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Unilever Indonesia, Reski Damayanti pada kesempatan yang sama.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?