Persiapan Kala Si Kecil Harus Kembali ke Sekolah, Ayah Bunda Sudah Siap?

Reporter : Dwi Ratih
Selasa, 19 Oktober 2021 20:19
Persiapan Kala Si Kecil Harus Kembali ke Sekolah, Ayah Bunda Sudah Siap?
Proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas sudah mulai dilakukan banyak sekolah. Yuk pelajari bagaimana persiapan ideal anak kembali sekolah agar hati menjadi tenang.

Dream – Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas mulai banyak dilakukan pengelola sekolah yang berada di wilayah zona hijau PPKM. Kembali belajar tatap muka diharapkan bisa mengejar ketertinggalan pendidikan yang dialami para pelajar selama masa sekolah online.

Kebijakan ini menuai beragam pro-kontra terutama di kalangan orang tua yang memiliki anak usia sekolah. Rasa cemas dan bimbang menggelayuti hati orang tua yang masih khawatir melepas anaknya keluar rumah di kala masa pandemi belum sepenuhnya usai.

Merasakan kecemasan yang dialami orang tua, SoKlin Antisep, merek detergen pertama di Indonesia yang mengandung protection produksi Wings, menggelar Webinar Ruang Keluarga SoKlin Antisep bertajuk “ Back to School, Are You Ready, Mom?”. Webinar ini diharapkan bisa mengedukasi para orangtua mengenai bentuk pendidikan ideal bagi anak di tengah pandemi yang masih berlangsung.

Rika Rismayati selaku Koordinator Fungsi Peserta Didik, Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Kemendikbud-Ristek mengungkapkan kesiapan sekolah dalam melaksanakan PTM di Indonesia untuk seluruh jenjang pendidikan sejak berada di angka 38,6 persen.

Menurut Rita, Kemendikbud-Ristek senantiasa mendata sekaligus membantu sekolah dalam mempersiapkan seluruh persiapan terkait seperti sarana dan prasarana sanitasi, akses ke fasilitas kesehatan, kesiapan penerapan protokol kesehatan serta pendataan riwayat kesehatan dan perjalanan.

Webinar “ Back to School, Are You Ready, Mom?”© Dream.co.id

Hal yang tak kalah penting adalah perlunya keberadaan Satgas COVID-19 di setiap sekolah yang akan memantau segala aktivitas dan keperluan di sekolah. Guna mengoptimalkan pengetatan dan pengendalian prokes, Kemendikbud-Ristek juga memaksimalkan peran UKS dalam membantu pencegahan penularan COVID-19..

“ Kedisiplinan dan konsistensi dalam penerapan protokol kesehatan juga merupakan kunci keberhasilan PTM Terbatas yang aman dan selamat,” ujar Rika

Rika tak lupa menyoroti potensi ”learning loss” yang kemungkinan dialami anak didik selama masa sekoalah online. Upaya mengejar ketertinggalan sebaiknya diantisipasi pengelola sekolah dengan segera mengembangkan program remedial bagi anak didiknya. 

Tak lupa Rika tetap mengingatkan untuk selalu membiasakan praktik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang baik sehingga dapat menjadi kebiasaan dan budaya baru.

Webinar “ Back to School, Are You Ready, Mom?”© Dream.co.id

(Rika Rismayati, Koordinator Fungsi Peserta Didik, Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Kemendikbud-Ristek/Foto: WingsGroup)

1 dari 5 halaman

Jangan Pernah Lepas Masker

Di kesempatan yang sama, Dokter Spesialis & Konsultan Tumbuh Kembang Anak Prof. DR. Dr. Soedjatmiko, SpA (K) MSi mengingatkan kembali tentang langkah efektif dalam melindungi diri dari COVID-19 serta hal-hal apa saja yang harus dipersiapkan berbagai pihak terkait agar PTM dapat berjalan dengan aman. 

Prof Soedjatmiko menegaskan penggunaan masker dengan benar ketika beraktivitas di mana pun dan bersama siapa pun sebagai hal terpenting untuk menjaga keamanan dari paparan Covid-19.

Webinar “ Back to School, Are You Ready, Mom?”© Dream.co.id

(Dokter Spesialis & Konsultan Tumbuh Kembang Anak Prof. DR. Dr. Soedjatmiko, SpA (K) MSi/Foto: Wings Group)

“ Masker dapat melindungi kita dengan sangat baik jika dipakai dengan benar, ini merupakan benteng pertama, sehingga varian apa pun tidak dapat masuk,” tambahnya.

Prof. Soedjatmiko juga mengimbau agar semua pihak yang berada di sekolah tidak berkerumun, terlebih ketika berada di ruang tertutup selama lebih dari 15 menit. Selain itu, vaksinasi COVID-19 secara lengkap juga merupakan langkah penting dalam mencegah penularan virus tersebut atau timbulnya gejala berat jika terjangkit.

Terkait PTM, Prof. Soedjatmiko mengatakan pengelola sekolah harus bisa memastikan pelaksanaan protokol kesehatan dengan benar. Tak hanya penggunaan masker selama proses belajar mengajar, sekolah juga harus memastikan tidak ada penjual makanan, minuman, dan mainan di lingkungan sekolah yang bsia memicu kerumunan.

Selain mengawasi murid dengan ketat, para staf dan guru juga wajib divaksinasi secara lengkap guna memberikan perlindungan ekstra.

© Dream
2 dari 5 halaman

Keluarga Harus Jadi Teladan

Tak hanya para guru dan staf, murid dan keluarga juga mempunyai andil serupa dalam memastikan PTM dapat berjalan dengan kondusif.

“ Anak usia dua belas tahun ke atas sudah boleh divaksin COVID-19 lengkap. Untuk yang belum berusia 12 tahun, silahkan lakukan vaksin rutin sesuai rekomendasi IDAI,” jelas Prof. Soedjatmiko.

Dia juga menyarankan orang tua ikut mengantar anaknya ke sekolah sehingga dapat melihat prosesnya dari perjalanan hingga interaksi anak dengan teman-temannya. " Sehingga tidak ada yang bertukar masker,” tambahnya.

Keluarga harus dapat memberikan contoh serta melatih anak agar dapat menerapkan prokes dengan benar. Selain itu, setelah tiba di rumah, segala jenis barang bawaan wajib dibersihkan, termasuk pakaian atau masker kain yang harus segera dicuci.

Jika ada gejala, segeralah berobat, bila perlu lakukan tes antigen atau PCR.

3 dari 5 halaman

Terapkan ADAPTASI

Berdasarkan survey dari IPK, pembelajaran daring atau jarak jauh menimbulkan keluhan stres umum sebesar 23,9 persen dan 18,9 persen untuk keluhan kecemasan.

Survey KPAI juga menunjukkan bahwa 1.244 siswa dari 1.700 responden mengaku terbebani dengan tugas yang diberikan serta 1.323 siswa mengaku kesulitan mengumpulkan tugas akibat singkatnya waktu pengerjaan yang diberikan.

Tentunya, kondisi ini patut mendapatkan perhatian khusus dari para orang tua, khususnya moms.

Irma Gustiana A, psikolog anak, self-growth dan parenting coach yang hadir dalam webinar juga menyarankan orang tua melakukan langkah ADAPTASI kepada anak dalam mengatasi kecemasan atau masalah yang muncul. ADAPTASI merupakan singkatan dari Amati, Dengarkan, Alihkan, Pahami, Tanyakan, Apresiasi, Sentuhan, dan Ingatkan diri.

“ Orang tua harus dapat mengamati perilaku dan mendengarkan hal apa yang dibutuhkan, diinginkan oleh anak sekaligus dapat mengalihkan anak dari gadget karena penggunaan perangkat teknologi tersebut mesti dibatasi dan diawasi,” ujar Irma.

Webinar “ Back to School, Are You Ready, Mom?”© Dream.co.id

(Irma Gustiana A, psikolog anak, self-growth dan parenting coach/Foto: Wings Group)

© Dream
4 dari 5 halaman

Cara Keluarga Atasi Kecemasan 'Blended Learning'

Irma juga menegaskan anak membutuhkan apresiasi dan sentuhan (empati) dalam membangun hubungan emosional yang lebih kuat di dalam keluarga.

Terakhir, para orang tua juga harus selalu ingat bahwa anak merupakan anugerah yang dititipkan Tuhan, sehingga bagaimana situasinya, orang tua harus dapat membantu anak dalam berkembang, termasuk pembelajaran digital yang tergolong baru ini.

“ Segala sesuatu yang baru perlu latihan berulang,” tambahnya.

Irma mengatakan orang tua harus mengkondisikan lingkungan sosial anak serta memberikan dukungan dan meminimalisir tekanan dalam proses pendampingan PTM. Orang tua diharapkan menyiapkan mental anak, terutama terkait edukasi kesehatan dan menjaga jarak sosial selama kegiatan belajar.

" Apa yang boleh dan tidak diijinkan ia lakukan selama tatap muka terbatas,” ucap psikolog yang kerap disapa Ayank Irma ini.

Sementara untuk orang tua, Irma mengingatkan untuk menyiapkan diri agar tidak cemas dan tetap tenang melepaskan anak kembali ke sekolah. Tak lupa dia mengingatkan agar orang tua senantias berkomunikasi dengan pihak sekolah.

5 dari 5 halaman

Pastikan Kebersihan Pakaian dan Masker

Irma juga menyarankan sekolah untuk dapat memberikan sesi-sesi dukungan psikologis kepada anak dan meningkatkan kegiatan konseling melalui peningkatan fungsi guru BK misalnya.

Pengurangan beban belajar anak dan perubahan model belajar juga perlu dipertimbangkan, seperti mengedepankan model pembelajaran yang lebih interaktif.

SoKlin Antisep mengajak para moms untuk dapat menerapkan gaya hidup yang lebih memperhatikan kesehatan dan kebersihan, tak terkecuali pakaian. Sebab, ibarat kulit kedua, pakaian dan masker yang pertama kali terpapar virus, kuman, dan bakteri sebelum menyentuh tubuh kita, sehingga sangatlah penting untuk menjaga kebersihannya.

Setelah beraktivitas di luar rumah jangan lupa untuk langsung mencuci baju sekeluarga.

SoKlin Antisep dilengkapi teknologi O2 Active Power yang berfungsi sebagai disinfektan, yang efektif membunuh virus, bakteri, dan kuman pada pakaian tanpa merusak warna dan serat kain, SoKlin Antisep tentunya merupakan pilihan cerdas, praktis dan tepat bagi para moms dalam melindungi keluarganya karena keluarga sangat berharga.

© Dream
Beri Komentar