Putra Sulung Presenter Farhan Menderita Leukimia

Reporter : Maulana Kautsar
Minggu, 20 Desember 2015 20:38
Putra Sulung Presenter Farhan Menderita Leukimia
Ridzky menderita kanker sel darah putih.

Dream - Muhammad Ridzky Khalid, putra pertama dari pasangan presenter Farhan dan Aya. Remaja berusia 16 tahun tersebut, Minggu, 20 Desember 2015 pukul 13.40 WIB menghebuskan nafas terakhirnya.

Lantas sebuah pertanyaan besar menyeruak, kenapa Ridzky meninggal dunia? Manajer dari Farhan Manajeman Heka Irawan menjelaskan penyebab meninggalnya Ridzky.

" Iya meninggalnya karena leukimia," kata dia saat dihubungi Dream melalui sambungan telepon.

Dia mengatakan, penyakit kanker darah putih stadium akhir tersebut baru terdeteksi tiga minggu yang lalu. Dia menceritakan kronologis baru terdeteksinya penyakit tersebut.

" Awalnya sakit aja. Dia di bawa ke rumah sakit. Dikira virus. Enggak tahunya setelah dicek leukimia. Ridzky sempat satu minggu dirawat di RS Pondok Indah, tapi dua minggu kemudian dipindahkan ke RSCM untuk perawatan yang lebih intensif," tutur dia.

Menurut informasi yang berkembang, saat masih berusia satu bulan, Ridzky harus menjalani operasi di bawah dadanya di bagian abdomen di sekitar perut. Tetapi, Heka menyebut Ridzky sejatinya juga menderita penyakit autis.

" Ya benar, Ridzky merupakan penderita autis," ucap dia.

Heka yang sedang di rumah duka mengatakan jenazah baru tiba di rumah duka pada pukul 19.40 WIB. Rencana, jenazah Ridzky akan dimakamkan esok, Senin, 21 Desember 2015 di TPU Tanah Kusir.

 

1 dari 4 halaman

Putra Sulung Presenter Farhan Meninggal Dunia

Dream - Kabar duka datang dari presenter senior Muhammad Farhan. Putra sulungnya, Muhammad Ridzky Khalid meninggal dunia. Ridzky meninggal di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat pada Minggu, 20 Desember 2015 pukul 13.40 WIB.

Kabar ini pun diterima tim Dream.co.id lewat pesan singkat. " Al Fatihah Kang Farhan. Innalillahi wa innailaihirojiun, ananda Muhammad Ridzky Khalid (putra pertama Farhan dan Aya) di usia 16 tahun Minggu, 20 Desember 2015 13.40 WIB. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan semoga amal ibadah almarhum diterima Allah SWT," tulis pesan tersebut.

Jenazah Ridzky rencananya akan dibawa ke rumah duka Jalan Pahlawan no 30 Rempoa-Ciputat. Keluarga berencana akan memakamkan jenazah di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir pada Senin, 21 Desember 2015.

Remaja kelahiran 20 Juni 1999 tersebut diketahui dalam pemberitaan mengalami kelainan paru-paru sejak kanak-kanak. Meski begitu, belum diketahui secara pasti penyebab meninggalnya Ridzky.

Mendengar kabar ini, sahabat Farhan yang juga presenter, Indy Barends menuliskan pesan di akun path dan twitter miliknya.

" Telah berpulang dengan tenang M Rizki /bin M Farhan, putra pertama dari sahabat kami Farhan. Semoga Kiki diberikan tempat yg layak di sisiNya, dan Farhan sekeluarga diberi ketabahan dan kekuatan," tulis Indy.

2 dari 4 halaman

Bocah Pria Rela Disebut Perempuan demi Penderita Kanker

Dream - Christian McPhilamy. Inilah bocah yang rela memanjangkan rambut untuk kemudian disumbangkan kepada pasien kanker. Bocah 9 tahun dari Melbourne, Florida, Amerika Serikat, ini akhirnya memotong rambutnya yang sudah panjang dan disumbangkan ke lembaga amal, St Judge.

Dikutip Dream dari laman Metro.co.uk, Jumat 5 Juni 2015, McPhilamy memanjangkan rambut sejak berusia 6 tahun. Keputusan memelihara rambut diambil setelah melihat sebuah iklan layanan masyarakat di Rumah Sakit St Jude Children’s Research.

" Dua tahun lalu anak saya melihat iklan di St Jude yang mengubah hidupnya selamanya. Dia menemukan caranya sendiri untuk menolong orang. Setelah dua tahun memanjangkan rambut, McPhilamy akhirnya berhasil mencapai panjang yang diinginkannya untuk disumbangkan ke St Jude," tutur Ibunda McPhilamy, Deanna Thomas.

Tak mudah bagi McPhilamy untuk menjalani hari-harinya selama memanjangkan rambut. Dia harus menahan emosi setiap kali mendapat ejekan dari teman-teman sekelas karena memelihara rambut. Dia bahkan sering disebut sebagai anak perempuan.

Tak hanya itu, guru dan teman-temannya memberikan iming-iming uang agar McPilamy memotong rambutnya. " Namun, dia tidak pernah menyerah dan selalu mengatakan kepada orang lain tentang mengapa ia membuat pilihan untuk memanjangkan rambutnya. Saya sangat bangga dengannya," tambah Deanna.

Namun McPhilamy sudah membajakan tekad. Ejekan dan cemoohan tak digubris. Lebih dari 2 tahun rambut itu terus memanjang. Dan akhirnya beberapa waktu lalu dia memotong rambut itu dan menyumbangkannya kepada pasien kanker untuk rambut palsu, karena rambut pasien kanker itu rontok akibat pengobatan yang dijalani. 

3 dari 4 halaman

Kisah Gadis 10 Tahun Bantu Temukan Obat Kanker

Dream - Seorang bocah putri berusia 8 tahun telah berjasa besar menemukan pengobatan kanker. Lewat orang tuanya yang berprofesi peneliti, Camilla Lisanti berhasil membantu khasiat tersembunyi obat antibiotik.

Kisah ini bermula ketika Camila tengah makan malam bersama orang tuanya. Tiba-tiba, putrinya ini menyarankan kedua orang tuanya untuk menggunakan antibiotik untuk menangani jaringan sel kanker.

Michale Lisanti dan isterinya, Frederica Sotgia adalah anggota tim peneliti kanker dari Universitas Manchester.

Siapa sangka jika saran putrinya tersebut ditanggapi serius kedua orang tuanya. Ketika ditanya oleh ayahnya bagaimana dia bisa menyembuhkan kanker, Camilla menjawab: " Seperti ketika saya memiliki sakit tenggorokan," seperti dikutip laman  Alarabiya, Minggu, 1 Februari 2015.

Berbekas sedikit informasi itu, orang tua Camilla menguji teori putrinya ini di laboratorium. Hasilnya cukup mengejutkan. Beberapa antibiotik yang murah dan sering digunakan ternyata bisa mempengaruhi pertumbuhan sel-sel kanker.

Tak pelak pujian disampaikan Profesor Lisanti untuk saran putrinya tersebut. Dia bahkan meramalkan antibiotik dapat menjadi alat yang murah untuk mengobati kanker.

" Dia telah sering mendengar pembicaraan kami soal kanker. Kami pikir akan menyenangkan untuk bertanya apa yang dia pikir tentang terapi kanker," kata Lisanti.

Dia mengaku semapat meragukan saran dari putrinya itu. " Sangat naif untuk berpikir Anda bisa menyembuhkan kanker dengan antibiotik, tetapi pada akhir hari Camilla benar," katanya seraya menyebut putrinya itu senantiasa memiliki jawaban tajam yang masuk akal.

Temuan mereka menunjukkan bahwa empat antibiotik murah umum telah berhasil membunuh sel-sel kanker dalam sampel dari " payudara, prostat, paru-paru, ovarium, pankreas, kulit dan tumor otak," harian Independen melaporkan.

4 dari 4 halaman

Cerita `Helm Ajaib` Pembasmi Kanker

Dream - Sejak kecil, Willy sudah mendapat cobaan hidup yang tidak ringan. Pada 2011 silam, dia dinyatakan menderita kanker di otak kecil. Sebuah vonis yang hampir saja merontokkan semangat hidupnya.

Namun Willy berusaha bertahan. Sejak itu Willy melakukan berbagai pengobatan. Baik dengan kemoterapi maupun dengan obat-obatan herbal.

Manusia berusaha. Namun tetap Tuhan yang menentukan. Setelah melakukan berbagai pengobatan, penyakit mematikan itu tak kunjung sembuh.

Diam-diam Willy sering menangis, hatinya memberontak. Sampai akhirnya Willy merasa akan segera meninggal. Waktunya kian dekat. Willy berusaha pasrah dan ikhlas jika harus meninggal di usia muda.

Beruntung, keluarga Willy tak mau menyerah. Sang kakak nekat mencari akun Facebook DR Warsito, ilmuwan Indonesia yang tinggal di Jepang. Seorang penemu alat " pembasmi kanker" . [Baca juga: Anak Desa Itu Penemu Bra Pembasmi Kanker]

Dan Alhamdulillah, upayanya berhasil. DR Warsito pulang ke Tanah Air. Melakukan pengobatan kepada Willy. Alat menyerupai helm yang dia ciptakan dipakaikan kepada Willy.

Setelah dua bulan menggunakan alat itu, Willy yang semula hanya terkulai lemah di dipan bisa kembali berjalan. Tanpa tongkat. Secara perlahan Willy dinyatakan sembuh total dari kanker otak itu.

Baca kisah haru Willy di tautan ini. (Ism)

Beri Komentar