Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Model Mempergarakan Koleksi Batik Kekinian (Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream)
Dream - Semenjak ditetapkan sebagai salah satu Budaya, Benda Warisan Manusia yang diakui Badan PBB, UNESCO, batik nusantara semakin terkenal di pentas fashion dunia. .
Melihat tren tersebut serta dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober mendatang, Galeries Lafayette bekerjasama dengan Yayasan Batik Indonesia dan Kemenetrian Perindustrian berencana dalam menggelar ajang busana dalam acara Pesta Batik Nasional 2017.
Direktur Galeries Lafayette, Herlina Widjaja mengatakan Galeries Lafayette senantiasa mendukung brand lokal agar bisa bersaing dengan brand luar.

"Ini sudah menjadi ciri khas dari Galeries Lafayette, dimana kami sudah sering mendukung desain lokal untuk menjadi suatu brand yang dapat bersaing dengan merk luar," ujar Herlina Widjaja, selaku Direktur Galeries Lafayette Indonesia di Kawasan Sudirman, 20 September 2017.
Melissa Ann Tjahyadikarta, Head Marketing Galeries Lafayette, menambahkan dukungan untuk desainer dan brand lokal diberikan sebagai salah satu upaya melestarikan ragam budaya Indonesia.
Salah satunya upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar ajang busana dalam acara Pesta Batik Nasional 2017. Di event tahunan tersebut, beragam koleksi akan dipamerkan Galeries Lafayette.
"Ini bukan hanya sebagai inspirasi bagi para pecinta fashion, namun juga sebagai wujud cinta dan bela negara," kata Melissa Ann Tjahyadikarta.
Acara yang berlangsung sejak 20 September sampai 19 Oktober 2017 di Mal Pacific Place Jakarta itu menampilkan sejumlah karya desainer lokal. Pengunjung bisa menikmati busana batik itu dari lantai dasar sampai lantai tiga mal di pusat kota SCBD tersebut.

Di lantai dasar, pengunjung akan disuguhkan beraham koleksi Parang Kencana, Danar Hadi dan brand [bi]. Parang Kencana membawakan tema Rasasvada, yang diambil dari filosofi India. Koleksi ini menggambarkan sosok perempuan modern yang mandiri, namun mencintai tanah air dan berjiwa petualang.
Sementara [bi] mengusung konsep stylish, fun, edgy, dan modern ke dalam koleksi pakaian sehari-hari. Koleksi [bi] kali ini merupakan batik yang identik dengan tren fashion generasi muda.
Naik ke lantai dua, kamu akan menjumpai koleksi batik untuk anak dari brand Danar Hadi, Sweet Batik, dan Galeri Batik Jawa. Para pria tidak perlu khawatir kesulitan menemukan koleksi batik yang cantik. Koleksi penuh gaya dari [bi], Maskulin, Parang Kencana, Danar Hadi, Batik Pesisir, Batik Paring, dan Batik Afif akan hadir di lantai ini.
Selama 39 hari, koleksi batik ready-to-wear akan hadir di area mall tersebut. Bagi para wanita yang mencari ladies wear, koleksi batik Danar Hadi, Tayada, Di Khatulistiwa, Jarit, Batik Tembayat, dan Khamdara tersedia di lantai satu.
(Sah/Laporan : Annisa Mutiara Asharini)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS