Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Daun Mimba (Foto: Merdeka.com)
Dream - Dua siswa SMA Muhammadiyah 10 GKB di Kabupaten Gresik, Jawa Timur meraih penghargaan internasional setelah membuat penelitian potensi Daun Mimba sebagai obat antivirus corona penyebab Covid-19.
Penelitian tersebut diganjar penghargaan medali silver di ajang World Innovatif Science Project Olympiade yang diikuti pelajar dari 16 negara.
Yoraisa Ghany Setyawan dan Salsabila Meutia meneliti Daun Mimba yang banyak tumbuh di sekitar sekolah. Dari hasil penelitiannya, diketahui bahwa daun yang biasanya digunakan sebagai pakan kambing tersebut berpotensi menjadi obat antivirus Covid-19, seperti dilansir Liputan6.com, Senin 28 Desember 2020.
Siswa kelas XI itu melakukan penelitian dengan mengolah Daun Mimba. Pertama, Daun Mimba dicuci bersih, kemudian dikeringkan dan diblender. Kemudian dicampur ethanol untuk memunculkan ekstrak Daun Mimba.
Beberapa jurnal ilmiah yang menjadi referensi Yoraisa dan Salsabila menyebutkan bahwasanya Daun Mimba mengandung senyawa gedunin serta memiliki aktivitas antivirus.
Dari penelitian awal yang dilakukan, diketahui interaksi senyawa gedunin Daun Mimba menjadi kunci siklus hidup virus corona. Senyawa gedunin Daun Mimba dapat menghambat pertumbuhan virus corona baru (Sars-CoV-2) yang menyebabkan infeksi Covid-19.
Berkat penelitian yang dilakukan, dua siswi SMA Kelas XI itu diganjar medali silver dalam ajang World Innovative Science Project Olympiade yang dilakukan secara daring. Melihat peluang dan manfaatnya yang besar, pihak sekolah akan mematenkan penemuan ekstrak Daun Mimba.
“ Kami ingin setelah ini akan mengembangkan lebih lanjut, terkait dengan produk tersebut, bila perlu, nanti kami akan memproduksi atau mematenkan di HAKI, hak intelektual dari anak-anak ," terang Hari Widianto, Kepala SMAM 10 Gresik.
Potensi ekstrak Daun Mimba sebagai obat antivirus Covid-19 ini akan diteliti lebih lanjut serta dilakukan kajian ilmiahnya. Ke depan, tidak menutup kemungkinan akan difinalisasi sebagai bentuk obat kapsul.
Dream - China sedang mengajukan permohonan untuk mematenkan kandidat obat dari virus Corona Wuhan, yang sedang dikembangkan oleh Gilead Science, perusahaan bioteknologi asal Amerika Serikat (AS).
Menurut South China Morning Post, Pengajuan hak paten itu dilakukan Institute of Virology, yang disokong pemerintah China. Langkah tersebut mendapat kritik karena menimbulkan kekhawatiran kekayaan intelektual dan hak pemasaran.
Paten yang diajukan Institute of Virology yaitu penggunaan remdesivir untuk melawan virus Corona Wuhan. Jika disetujui, obat itu akan digunakan untuk memfasilitasi penggunaannya di pasar global.
Saat ini, remdesivir belum disetujui di manapun. Kepala Petugas Medis Gilead Science, Merdad Parsey, mengatakan, formula ini belum terbukti aman atau efektif untuk penggunaan apa pun.
" Perusahaan bekerja sama dengan otoritas kesehatan China untuk melakukan uji klinis pada pasien dengan gejala pneumonia untuk menguji keamanan dan kemanjurannya, katanya. Data klinis masa lalu pada virus Corona, memberinya " harapan," ujar Gilead.
Seorang juru bicara di Foster City, California, mengatakan telah menemukan remdesivir, dan telah mengajukan aplikasi paten untuk senyawa dan penggunaannya terhadap virus corona secara global, termasuk di Cina, pada 2016. Aplikasi di China masih tertunda.
" Kami mengetahui laporan aplikasi paten Institut Wuhan untuk Virologi," kata Sonia Choi, Wakil Presiden Hubungan Publik Gilead Science.
“ Fokus kami saat ini adalah menentukan dengan cepat potensi remdesivir sebagai pengobatan untuk [coronavirus baru] dan mempercepat pembuatan untuk mengantisipasi potensi kebutuhan pasokan di masa depan,” ucap dia.
Institut Wuhan dan Institut Farmakologi dan Toksikologi Beijing yang diterbitkan dalam Cell Research Journal, penelitian terhadap obat itu telah dilakukan obyek di luar tubuh manusia. Ditemukan bahwa senyawa remilei Gilead dan obat malaria chloroquine sangat efektif dalam mengendalikan infeksi virus Corona Wuhan.
“ Karena senyawa ini (secara terpisah) telah digunakan pada pasien manusia dengan rekam jejak keselamatan dan terbukti efektif melawan berbagai penyakit, kami menyarankan agar mereka dinilai pada pasien manusia yang menderita penyakit coronavirus yang baru,” tulis para peneliti.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya