Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Nama Besar Epson Di Indonesia Lebih Dahulu Dikenal Bukan Dari Printer Berbasis Inkjet (Foto: Shutterstock)
Dream - PT Epson Indonesia merayakan dua dekade kiprahnya di Indonesia sejak 1 Oktober 2000, melalui produk printer berbasis Inkjet.
Ternyata, nama besar Epson di Indonesia lebih dahulu dikenal bukan dari printer berbasis Inkjet, melainkan melalui Printer Dot Matrix atau printer dengan menggunakan ribbon atau pita untuk melakukan pencetakan.
Printer jenis tersebut lebih dahulu masuk ke Indonesia melalui distributor. Epson kemudian berekspansi ke Indonesia karena potensi alat perlengkapan kantor dan IT yang besar.
" Sebagai salah satu negara berkembang, maka Indonesia memiliki potensi pasar yang sangat besar terutama untuk produk IT atau perlengkapan kantor yang sesuai dengan line-up dari Epson," ujar Riswin Li Head of Marketing Epson Indonesia dalam keterangan tertulis, Minggu 20 Desember 2020.

Menurutnya hampir semua produk Epson adalah market leader di masing-masing kategori, baik itu printer, projector dan robotika. Tentu itu berkat strategi inovasi produk yang dikembangkan setiap tahun, sehingga dapat menyerap kebutuhan pasar.
" Kami berusaha mengembangkan produk yang bisa menjadi solusi untuk konsumen. Didukung tim Research & development (R&D) yang kuat, Epson dapat mengembangkan teknologi sendiri untuk memenuhi kebutuhan konsumen, serta memberikan tambahan keuntungan dari fungsi produknya," tutur dia.
Secara garis besar, Epson Global membagi Product Line-up menjadi 4 kategori, pertama Inkjet Innovation (Printer), kedua Robotic Innovation, ketiga Visual Innovation (Projector), dan terakhir Wearable Innovation (Jam tangan, Kaca Mata Pintar).

Untuk saat ini, Epson Indonesia fokus pada Printer Inkjet dan Compact priter dengan InkTank Printer, Business Printer, Label Printer dan POS Printer. Kemudian Commercial and Industry (C&I) Printer/ Printer Large Format melalui Photographic, Corporate Signage atau papan iklan, Label dan Textile Printing.
Selanjutnya Visual Product/Projector melalui Business Projector, Interactive Projector, Home Projector. Dan Robotic dengan Industrial Robot solution.
" Target kami adalah menjadi perusahaan yang tidak tergantikan dalam memberikan solusi kepada konsumen, sesuai dengan tagline kami 'Exceed Your Vision yaitu memberikan solusi atau manfaat melebih harapan konsumen," ujar Riswin.

Siasat Epson di masa pandemi Covid-19 adalah mengembangkan pola komunikasi berbasis digital kepada konsumen.
" Harus diakui kami terdampak juga dengan kondisi ini, terutama di awal masa pandemi atau periode April-Mei. Setelah periode tersebut bisnis kami mulai kembali tumbuh," kata Riswin.
Epson di Indonesia juga menggerakkan kegiatan sosial di bidang pendidikan, lingkungan dan masyarakat, sesuai Sustainable Development Goals yang ditetapkan PBB dengan beberapa target seperti pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan pelestarian lingkungan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam