Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Epson Indonesia
Dream - Demi menjaga ekosistem dari kerusakana dan kepunahan rupanya tak melulu dari kelompok orang dari latar belakang tertentu saja.
Siapa pun bisa dan tampak wajib melakukan hal ini agar ekosistem di bumi tetap terjaga. Begitu juga yang dilakukan Epson Indonesia.
Terkenal dengan produk-produk elektronik terkait printer komputer dan peralatan informasi yang berhubungan gambar tak menjadi kendala untuk turut mendukung upaya menjaga ekosistem di laut.
Seperti yang dilakukan beberapa waktu lalu dengan konservasi penyu di sejumlah wilayah di Indonesia.
" Ada beberapa tempat seperti di Bali, Pulau Merah, Gresik, dan Banyuwangi," kata Head of Finance and Corporate Services Epson Indonesia M Husni Nurdin di Alor pada keterangannya, Selasa, 22 Maret 2022.
Diketahui, tahun lalu Epson Indonesia, Husni menjelaskan bahwa dengan memberi dukungan kepada komunitas penyu di Bengkulu serta melepaskan empat penyu dan ribuan anak Tukik dan tahun ini Epson berkontribusi di wilayah konservasi Banyuwangi, Jawa Timur.
Dukungan konservasi penyu tersebut merupakan bagian dari program Epson yang konsern terhadap lingkungan.
Konservasi penyu ini masuk dalam program restorasi laut Epson yang bekerjasama dengan pemuda, warga, bisnis maupun komunitas lokal.

Dia mengatakan, di Banyuwangi, Epson Indonesia berkesempatan melepas 1.200 penyu kembali ke alam. Keberadaan penyu-penyu tersebut di masa depan diharapkan mampu mengembalikan kehidupan laut menjadi lebih baik bahkan diharapkan kembali ke kondisi idealnya.
Epson memiliki program yang berfokus pada lingkungan dengan nama Epson 2050.
Pada tahun 2050 mendatang emisi karbon diharapkan bisa barada di angka nol, bahkan jika memungkinkan berada pada angka negatif.
Menurut dia pada 5-6 tahun program awal, Epson fokus kepada peningkatan literasi dan sumber daya manusia terkait menciptakan lingkungan yang lebih baik.

Kemudian, 5 tahun belakang fokus Epson bergeser pada isu-isu lingkungan, konservasi lingkungan sebagai upaya menyelamatkan bumi dari kerusakan Berbagai program tersebut seperti konservasi penyu, penyelamatan terumbu karang, serta pengurangan penggunaan emisi karbon.
" Kondisi Indonesia masih lebih ke masyarakatnya perlu diberdayakan, terus daerahnya daerah bencana makanya di awal-awal 5-6 tahun belakangan fokusnya ke sumber daya manusia, seperti mengurangi kemiskinan, mengurangi kelaparan, pendidikan yang berkualitas makanya kita selenggarakan Epson goes to school," jelasnya.

" Tapi lima tahun terakhir, konsern pada isu lingkungan karena bumi ini kan makin lama makin berat bebannya, dieksploitasi terus. Ada kebutuhan mengembalikan bumi ke kondisi yang lebih natural kembali," tambah Husni.
Sebagai langkah nyata dalam penyelamatan terumbu karang kemarin, Epson menyambangi Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Konservasi terumbu karang diharapkan dapat mengembalikan keanekaragaman hayati laut yang telah rusak karena eksploitasi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya