Pertamina Hulu Energi Akuisisi PI 3 WK di Kaltim, Salah Satunya di Lokasi Temuan Cadangan Gas Raksasa Tahun 2023
Spa and Wellness Jadi Bagian dari Gaya Hidup Urban, Ini Manfaatnya bagi Tubuh dan Pikiran
Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Prosedur persalinan melalui operasi caesar jadi pilihan yang tepat jika pertimbangan medis sudah dilakukan secara matang. Dokter sebelumnya pasti sudah memperhitungkan kondisi kesehatan ibu dan bayi.
Pada beberapa kasus seperti tekanan darah dan level gula darah yang tinggi pada ibu, akan sangat berisiko jika persalinan dilakukan secara nornal atau pervaginam. Dengan merencanakan operasi caesar, justru bisa membuat ibu lebih tenang karena semuanya terencana dengan detail.
Namun bukan berarti ibu tak perlu melakukan persiapan. Agar proses persalinan jadi lebih nyaman untuk ibu, sebaiknya lakukan persiapan berikut sebelum operasi dilakukan.
- Pembiayaan atau pengurusan asuransi
Merencanakan operasi caesar berarti harus menyiapkan dana yang lebih besar daripada persalinan normal. Pastikan sudah melakukan survei biaya persalinan dan sesuaikan biaya dengan anggaran yang ada. Akan sangat membantu jika Anda memiliki asuransi kesehatan.
Lakukan konfirmasi terlebih dulu jika pembayaran dilakukan pihak asuransi. Jangan sampai saat operasi dilakukan, Anda atau suami masih harus direpotkan dengan mengurus administrasi.
- Inisiasi menyusui dini (IMD) dan ASI eksklusif
Penerapan IMD sangat tergantung pada kondisi ibu dan bayi setelah persalinan. Ada yang bisa menjalani IMD secara optimal setelah operasi tapi ada juga yang tak bisa. Bisa jadi karena kondisi ibu atau bayi yang tak stabil sehingga membutuhkan tindakan medis yang lebih penting.
ASI juga terkadang tak selalu langsung keluar setelah bayi lahir. Rasa nyeri setelah operasi caesar kadang membuat ibu stres dan menghambat produksi ASI. Kondisi ini juga harus dibicarakan dengan dokter. Anda bisa meminta khusus konselor laktasi atau bidan pendamping untuk dibimbing saat menyusui setelah persalinan.
- Bantuan selama pemulihan
Tak seperti persalinan normal, ibu yang menjalani operasi caesar membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama. Rasa sakitnya jugalebih terasa. Untuk itu pastikan setelah operasi, ada yang membantu ibu di rumah untuk mengurus bayi dan dirinya.
Bisa dari kerabat, keluarga atau merekrut babysitter atau asisten rumah tangga. Masa-masa tersebut sangat krusial bagi ibu. Jangan sampai ibu merasakan kesakitan luar biasa atau kelelahan yang malah memicu depresi pascapersalinan.
Sumber: Babymed
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya


Spa and Wellness Jadi Bagian dari Gaya Hidup Urban, Ini Manfaatnya bagi Tubuh dan Pikiran

Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah