Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Instagram)
Dream - Tren 'blush on demam' masih dilakukan oleh makeup junkies. Namun pengaplikasian blush di bawah mata khas Korea ini seringkali tidak cocok untuk dipakai wanita Indonesia.
Hal ini diutarakan oleh makeup artist, Slam Wiyono. Meski menyukai riasan glowing dan dewy ala Korea dia jarang sekali membawa tren blush on demam pada kliennya.
“ Korean look memang cocok untuk sebagian besar orang Asia. Tapi, ada beberapa hal yang harus dilihat dari kondisi wajahnya,” ujar Slam saat ditemui di Indonesia Fashion Week (IFW) 2018 Kamis, 29 Maret 2018.
Menurutnya kontur wajah sebagian orang Korea dan Indonesia, sangat berbeda. Terutama bentuk alis dan cara mengaplikasikan lipstik.

“ Tidak semuanya cocok dengan alis warna coklat dan bentuknya kotak. Apalagi kalau warna alis dan rambutnya berbeda. Dan, kalau bibirnya besar dibuat glossy ala Korean look, jadi kelihatan lebih besar. Lebih cocok dengan yang matte,” tuturnya.
Tidak hanya kontur wajah, warna kulit Korea yang cenderung terang membuat pengaplikasian complexion harus disesuaikan dengan kliennya. Warna kulit sawo matang sebaiknya memakai riasan yang sesuai tapi tetap glowing agar tidak terlihat kusam.
“ Orang Asia yang kulitnya gelap, jangan diputihin. Tapi, tetap dibuat glowing. Seperti orang Afrika atau kulitnya Beyonce, tidak akan mau pakai foundation matte. Karena semakin matte, semakin terlihat kusam" .
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya