Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Rijsttafel (Sumber: Merdeka.com)
Dream - Mungkin Anda belum pernah mendengar rijsttafel? Nama ini tidak begitu akrab di telinga masyarakat Indonesia. Ini merupakan hidangan peranakan Belanda-Indonesia yang muncul pada zaman penjajahan Belanda.
Dahulu makanan ini sengaja disiapkan oleh para penjajah untuk menjamu tamu-tamu, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya negeri jajahan mereka.
Rijsttafel terdiri dari berbagai hidangan yang disajikan dalam porsi kecil. Konsep penyajiannya hampir mirip dengan penyajian khas kuliner Padang. Saat nasi dan berbagai macam lauk disajikan secara bersamaan di atas meja. Karena itu pula makanan ini disebut rijsttafel atau rice table.
Cara penyajian seperti ini memang begitu berbeda dengan budaya barat di mana hidangan disajikan secara berurutan. Disajikan mulai dari makanan pembuka, menu utama, sampai hidangan pencuci mulut.
Rijsttafel umumnya terdiri dari puluhan hidangan. Dengan berbagai tekstur dan rasa dalam porsi kecil yang disajikan bersama nasi.
Biasanya, sajian Rijsttafel disediakan untuk acara besar, terdiri dari tumpeng nasi dan 10-40 hidangan dari berbagai daerah di Indonesia serta hidangan peranakan Cina. Pada perayaan-perayaan besar di zaman kolonial, rijsttafel disajikan oleh barisan pelayan pribumi berseragam sarung.
Menu standar rijsttafel terdiri dari nasi kuning, nasi goreng, bakmi, perkedel, sate, serundeng, tahu telur, telur balado, bebek betutu, babi kecap/semur daging, rendang, opor ayam, sayur lodeh, acar, sup, gado-gado, krupuk. Berbagai jenis sambal matang dan mentah, serta lemper, spiku, dan lumpia sebagai makanan kecil.
Sampai saat ini rijstafel masih menjadi menu populer di keluarga-keluarga Belanda serta restoran-restoran Indonesia yang ada di sana. Tetapi di Indonesia sendiri makanan ini sudah hampir terlupakan. Karena, budaya makan di Indonesia biasanya hanya meliputi tiga macam hidangan, yaitu nasi sebagai sumber karbohidrat, lauk berbasis protein hewani atau nabati, dan sayur.
(Ism, sumber: Merdeka.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya