Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Lemari Obat (Foto: Shutterstock)
Dream - Aktivitas bersih-bersih dan menyortir barang memang harus dilakukan secara rutin. Hal ini agar rumah tak penuh dengan barang-barang tak berguna, yang pada akhirnya akan membuat berantakan hingga jadi sumber penyakit.
Salah satu area yang sangat penting dibersihkan dan kerap luput dari perhatian adalah lemari obat. Coba tengok laci atau lemari obat di rumah. Apakah kondisinya bersih dan rapi?
Biasanya, lemari obat dipenuhi dengan produk obat yang sudah kedaluwarsa, kemasannya rusak atau dipenuhi kotoran. Tentu saja kondisi tersebut sangat berbahaya. Untuk itu, segera bersihkan lemari obat, lakukan sortir dengan seksama dengan tiga langkah ini.
© shutterstock.com
Lakukan penyortiran dengan seksama. Keluarkan semua obat dan penyimpanan. Perhatikan tanggal kedaluwarsanya secara detail. Buang obat-obat yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.
Termasuk juga obat yang kemasannya sudah rusak. Jangan sampai obat tersebut digunakan karena sangat berbahaya, bisa memicu keracunan dan reaksi alergi. Setelah menyortir, bersihkan lemari penyimpanan obat dengan seksama.
© Dream
Pisahkan obat berdasarkan penggunanya. Misalnya obat si kecil, taruh dalam sekat khusus. Begitu juga obat ayah dan ibu. Tempatkan secara terpisah agar tak bercampur. Pasalnya, beberapa obat bisa sama tapi dosisnya berbeda.
Untuk obat-obatan standar juga pisahkan tersendiri. Periksa kembali ketersediaannya. Misalnya obat luka ringan, pereda nyeri, perban dan alkohol.
© Dream
Untuk semua yang obat yang ingin dibuat pastikan membuangnya dengan aman. Langkah pertama adalah keluarkan dari kemasan, terutama obat pil dan sirup yang belum dibuka tapi sudah kedaluwarsa.
Hal ini agar tidak disalahgunakan oleh orang tak bertanggung jawab. Buang obat dalam toilet kemudian siram. Hindari membuangnya langsung ke tempat sampah.
Sumber: Apartment Theraphy
© Dream
Dream - Kabinet atau kotak penyimpanan di kamar mandi memang jadi area penyimpanan yang praktis. Apalagi jika tertutup dan terdapat sekat di dalamnya sehingga bisa menyimpan berbagai alat mandi sehingga tak berantakan.
Sampo, deodoran, sabun, odol dan segala macam kebutuhan keharian, cukup ditaruh di dalamnya. Penting untuk diketahui tak semua barang atau produk boleh disimpan di kabinet tersebut. Hal ini karena kondisi lembap pada kamar mandi akan merusak formulasi di dalamnya.
Pastikan Sahabat Dream menyimpan barang atau produk di bawah ini di tempat lain. Hindari menaruhnya di kabinet kamar mandi.
Obat
Jangan pernah menyimpan pil dan obat-obatan di kamar mandi, meskipun kemasannya tertutup rapat. Panas dan kelembapan dapat menyebabkan zat aktif pil dan kapsul rusak. Cukup simpan di meja kamar atau area yang jauh dari jangkauan anak-anak dan tak terpapar sinar matahari. Hindari menyimpan obat jenis apapun di kamar mandi.
Pisau cukur
Lemari di kamar mandi tampaknya merupakan tempat yang sempurna untuk menyimpan pisau cukur ekstra, tetapi kelembaban dan kelembaban dapat menyebabkan pisau berkarat bahkan sebelum digunakan. Menyimpan pisau dalam kantong plastik kedap udara dapat membantu mencegah karat, tetapi akan lebih baik disimpan di tempat lain.
© Dream
Parfum
Cahaya, panas, dan kelembapan bisa memudarkan aroma parfum favorit dengan cepat. Lebih baik taruh botol di tempat yang sejuk dan kering seperti bagian dalam laci, atau di rak di meja rias. Jangan pernah menyimpan parfum di kamar mandi.
Benzoil peroksida
Benzoil peroksida adalah bahan umum dalam produk yang diformulasikan untuk mengobati jerawat. Produk ini hanya manjur selama kurang lebih tiga bulan. Jika menaruhnya di kabinet kamar mandi, bisa lebih cepat merusak zat aktifnya. Lebih baik jangan menyimpannya atau jenis obat jerawat apapun di kamar mandi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya