Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(c) Shutterstock
Sibuk membagi waktu menyelesaikan pekerjaan di kantor dan mengurus keluarga, nggak jarang banyak orang yang merasa kalau 24 jam saja nggak cukup. Hal ini juga sering membuat banyak pekerjaan rumah jadi tertunda, sehingga hunian jadi terlihat berantakan dengan segala barang yang berceceran nggak rapi.
Kalau sudah terlanjur seperti 'kapal pecah', banyak yang semakin malas untuk merapikannya. Padahal, tahu nggak sih kalau ternyata rumah yang terlihat rapi itu nggak hanya enak dipandang saja. Tapi, juga bisa memberikan keseimbangan mental buat para pemiliknya. Gali lebih jauh tentang manfaat rumah rapi yang bisa kamu rasakan, yuk!

Setiap bagian rumah yang rapi ternyata nggak hanya sedap dipandang saja. Lebih dari itu, kondisi tersebut bisa memberikan kenyamanan yang dibutuhkan oleh para penghuninya setelah menghadapi hari yang berat. Dengan rumah, terutama bagian kamar yang terlihat rapi, ternyata juga bisa meningkatkan kualitas tidur, lho.
Sebuah survei yang dilakukan oleh National Sleep Foundation menyebutkan bahwa 19% dari mereka yang merapikan tempat tidur setiap pagi ternyata bisa memiliki kualitas tidur lebih baik. 75% bahkan bisa tidur lebih nyenyak ketika sprei yang digunakan lebih bersih, sehingga memberikan kenyamanan secara fisik.

Tahu nggak sih kalau perempuan dengan rumah berantakan ternyata punya tingkat hormon kortisol yang lebih tinggi? FYI, inilah hormon yang dihasilkan saat stres, sehingga jika levelnya meningkat, artinya kamu sedang dalam tahap stres yang cukup parah.
Hal ini ditemukan lewat sebuah penelitian yang dilakukan Personality and Social Psychology Bulletin. Rumah berantakan ternyata memberikan efek yang cukup signifikan. Ketika melihat pemandangan nggak teratur tersebut, ternyata otak mulai sibuk menentukan harus merapikan dari mana. Biar bersih-bersih rumah nggak bikin stres, kamu mungkin bisa mencicilnya dulu secara perlahan dengan menentukan bagian mana yang perlu dibersihkan duluan. Jangan lupa lanjutkan di hari-hari berikutnya.

Kondisi rumah ternyata bisa mempengaruhi hubungan baikmu dengan orang lain, lho. Kok bisa sih? Yup, kalau rumah sedang berantakan, rasanya pasti membuatmu ingin menyembunyikannya. Nggak heran jika saat ada orang yang ingin berkunjung, kamu akan membuat 1001 alasan agar tidak ada yang datang.
Nah, di sinilah efek negatif rumah yang berantakan mulai dirasakan. Keadaan yang sebenarnya menjadi penghalang dari sisi fisik dan mental dalam berinteraksi dengan orang lain. Bandingkan kondisi saat rumah rapi, maka kamu siap menerima tamu yang berkunjung kapan saja.

Poin yang satu ini juga perlu diperhatikan, terutama buat yang lebih banyak bekerja dan beraktivitas di rumah. Biarpun sibuk dengan sederet deadline yang ada, tapi jangan membiarkan rumah jadi berantakan karena bisa mengganggu produktivitas.
Dilansir dari Journal of Neuroscience, jika memperhatikan terlalu banyak hal pada saat bersamaan ternyata bisa menghalau kemampuan otak dalam memproses informasi. Jadi, penting untuk menjaga rumah selalu rapi agar produktivitas pun bisa optimal.
Ternyata nggak hanya bisa bikin lebih estetik, rumah yang rapi juga membawa banyak manfaat untuk keseimbangan fisik dan mental. Yuk, saatnya mulai rutin bersihkan rumahmu, Sahabat Dream!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya