5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Blackberry Pernah Menjadi Ponsel Impian Di Masa Kejayaaannya
Dream – Saham Blackberry (BB) mendadak menjadi idola di pasar modal Amerika Serikat setelah banyak spekulan menaruh posisi beli di tengah kondisi bursa efek yang berisiko seperti saat ini. Saham Blackbery di perdagangan awal pekan ini mendadak meroket 30 persen meski tanpa sentimen positif baru apapun.
Kenaikan saham yang fantastis itu memaksa manajemen Blackberry meski melapor ke otoritas bursa AS. Dalam laporannya, Blackberry menyatakan tak ada info material baru yang membuat harga saham mendapat melonjak.
Dikutip dari Yahoo Finance, Rabu, 27 Januari 2021, koder saham BB mendadak menjadi saham paling banyak diperdagangkan di laman tersebut dibawah GameStop.
Pemicu kenaikan harga saham diduga akibat penjualan 90 paten BB kepada Huawei. Namun transaksi itu sudah berlangsung beberapa minggu lalu. Tapi dengan kondisi krisis saat ini, para maniak cuan saham pasti mau berspekulasi membeli saham BB.
Tidak seperti saham sangat berisiko lainnya yang sedang jadi incaran investor, BB harus dikaui memiliki fundamental terbaik. Di bawah CEO lama John Chen, BB telah cukup sukses menjadi pemasuk teknologi infotainmen untuk perushaaan pembuatan mobil dan solusi keamanan siber.
Selama 9 bulan yang berakhir pada 30 November, BB melaporkan penjualan senilai US4 704 juta dan laba bersih US$85 juta.
Meski sudah mengubah model bisnis, banyak orang yang masih menganggap BB sebagai pembuat ponsel saja. Lonjakan harga saham kemarin membuat para pengguna Twitter bernostalgia dengan kenangan lama saat menggunakan perangkat BB mereka.
Berikut beberapa cuitan yang diunggah para pengguna BB saat menjadi trending topik Twitter sepanjang Senin kemarin
1. Untuk beberapa alasan BB jadi trending lagi, ini membuat saya kangen disaat ponsel hanya sebuah alat yang tidak menganggu jiwa, oleh @adamhunteratc
2. Karena BB lagi trending, aku kangen Storm-ku, bawa kembali ke pasaran, oleh @frk4shoes
3. Karena BB trending lagi, ini adalah ponsel terfavorit ku. Blackberry blod 9000, oleh @lancemann
4. Banyak menghabiskan waktu bermain break bricker dengan blackberry di bawah kolong meja semasa SMA, oleh @kayshefar
5. Karena BB lagi trending, aku kangen blackberry curve ku 10 tahun lalu. Aku pikir ini ponsel yang keren sekarang ini, oleh @i_Balou
(Sah, Laporan: Josephine Widya, Sumber: Yahoo Finance)
Dream - Ikon pengusaha telepon seluler (Ponsel) masa lalu satu per satu mulai tumbang. Setelah Nokia dan Ericsson, kini BlackBerry memutuskan menghentikan produksi Ponselnya.
Di era kejayaannya, BlackBerrry sempat membuat penguasa Ponsel kelabakan. Terinspirasi dari CrackBerry, mereka membuat fenomena budaya dengan menggabungkan fungsi email dan komunikasi dalam sebuah ponsel.
Salah satu yang paling fenomenal adalah kehadiran fasilitas BBM yang pelan-pelan mampu menggusur fungsi SMS di ponsel-ponsel pesaingnya.
Namun keperkasaan mereka mulai goyah setelah bermunculan aplikasi messanger seperti WhatsApp, Kakao, dan aplikasi serupa lainnya.
Meski menghentikan produksi ponselnya, Balckberry kemungkinan takkan menghilang sepenuhnya. Perusahaan hanya akan berhenti membuat desain ponsel dan menyerahkan pengembangannya kepada perusahaan lain.
Keputusan ini mengakhiri spekulasi masa depan Ponsel BlackBerry yang sudah berlangsung selama berbulan-bulan. Apalagi posisi mereka semakin jauh tertinggal oleh Apple dan Samsung.
BlackBerry sebetulnya tak menyerah begitu saja dalam kancah persaingan Ponsel. Mereka sempat mengembangkan aplikasi BBM yang bisa dijalankan lewat sistem operasi Android. Namun tampaknya upaya itu tak berhasil.
" Perusahaan berencana mengakhiri seluruh pengembangkan hardware dan mengalihkan fungsi itu kepada mitra kerja," kata CEO BlackBerry, John Chen mengutip laman independent, Kamis, 29 September 2016.
Menurut John keputusan menutup salah satu unit bisnisnya itu merupakan cara untuk menyelamatkan keuangan perusahaan.
Setelah tak memproduksi Ponsel, BlackBerry selanjutnya akan fokus pada pengembangan perangkat lunak. Unit bisnis ini dianggap sudah memiliki posisi lebih baik.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?