Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?
Prabowo Ramai-Ramai Dicalonkan Lagi
Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan
Ingin Memperlambat Penuaan? Studi Ungkap Hal yang Mungkin Membantu dan yang Ternyata Tak Banyak Berpengaruh
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
Ibu Melahirkan (Foto: Shutterstock)
Dream - Persalinan dengan cara spontan atau normal seringkali dianggap jadi metode yang paling aman dan tanpa intervensi apa pun. Padahal, masalah juga bisa terjadi saat persalinan normal yang bisa membahayakan nyawa bayi.
Dalam beberapa kasus, saat persalinan normal juga dibutuhkan intervensi untuk mempermudah keluarnya bayi dan dalam kondisi sehat. Salah satu prosedur yang umum dilakukan oleh bidan dan dokter saat mempermudah persalinan yaitu sayatan di area perineum atau sering disebut episiotomi.
Perineum sendiri merupakan jaringan yang berada di antara jalan lahir bayi dan anus. Episiotomi, seperti dikutip dari Alodokter, dianggap bisa mengurangi risiko robekan jalan lahir, serta menjaga agar kandung kemih dan rektum ibu tetap berada di tempatnya setelah bayi lahir.
Namun kini penelitian membuktikan bahwa manfaat tersebut tidak terbukti. Episiotomi pada dasarnya adalah tindakan yang tergolong sederhana. Dokter atau bidan akan menyuntikkan bius lokal ke area sekitar vagina agar ibu tidak merasakan sakit.
Dokter kemudian akan membuat sayatan yang kemudian akan dijahit setelah bayi dilahirkan. Tujuan utama dilakukan episiotomi adalah untuk memperbesar jalan lahir agar bayi lebih leluasa dilahirkan.
Meski dulu dianggap prosedur wajib dalam persalinan, dewasa ini episiotomi cenderung direkomendasikan hanya pada kondisi-kondisi tertentu, yaitu:
- Gawat janin (fetal distress)
Jika bayi tidak mendapat cukup oksigen dan harus segera dikeluarkan agar terhindar dari risiko lahir dalam keadaan meninggal atau cacat. Gawat janin ditandai dengan peningkatan atau penurunan detak jantung bayi secara drastis.
- Melahirkan bayi besar
Melahirkan bayi dengan berat badan yang tinggi atau berukuran besar berisiko menimbulkan persalinan lama. Episiotomi akan diperlukan untuk melebarkan jalan lahir pada kondisi ini. Perlu digunakannya instrumen lain seperti forsep atau vakum untuk mengeluarkan bayi, sehingga vagina perlu dilebarkan.
- Posisi bayi tidak normal
Bayi dalam posisi seperti sungsang dan posisi kepala abnormal mungkin perlu dilahirkan dengan bantuan episiotomi untuk memudahkan dokter atau bidan dalam membantu proses persalinan.
Selengkapnya baca di sini.
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya

Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?


Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan