Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(c) Shutterstock
“ Tadi panas, sekarang kok jadi hujan deras ya Ma?”
Kondisi ini mungkin sedang banyak dialami selama beberapa bulan terakhir. Perubahan cuaca yang datang tiba-tiba jadi menarik perhatian anak yang sedang dalam masa ingin tahu banyak hal. Terkait kondisi yang disebut anomali cuaca ini, memang butuh penjelasan yang tepat tapi mudah dipahami agar anak-anak bisa menyerapnya dengan baik. Saatnya pecahkan misteri anomali cuaca bersama anak dibantu dengan video Belajar dari Rumah dari Kemendikbud episode 48 untuk siswa kelas 5 SD, yuk!

Di tayangan video episode 48, ada Kak Evan dan Sherin yang mengajak teman-teman kelas 5 SD belajar tentang pengaruh anomali cuaca lewat berita di TV. Seperti yang disiarkan bahwa cuaca tidak menentu mengancam petani apel di Batu, Jawa Timur, mengalami penurunan produksi. Jika biasanya bisa menghasilkan 1,5 ton per hektar, kini produksinya turun hingga maksimal 1 ton saja per hektarnya.
Selain kondisi perubahan cuaca yang nggak menentu, anomali cuaca juga bisa menyebabkan hujan asam. Kalau kondisi yang satu ini terjadi karena peluruhan zat asam atau polusi yang ada di atmosfer dan jatuh ke tanah. Menurut informasi yang diterima, hujan asam yang terjadi belakangan ini memiliki tingkat keasaman atau pH di bawah normal, yaitu 5,6. Menurut keterangan Mulyono Prabowo, pejabat publik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG, biasanya hujan asam yang turun di Indonesia memiliki pH normal sekitar 6.
Untuk penyebabnya sendiri, hujan asam bisa terjadi karena faktor alami seperti erupsi gunung berapi. Tapi, ada juga disebabkan oleh sumber lain seperti gas buangan pembakaran bahan bakar fosil, kendaraan bermotor, alat berat pabrik, kilang minyak, dan lainnya. Ternyata hujan asam yang turun bisa mempengaruhi tanaman, tanah, bangunan, dan benda lain di permukaan bumi. Hal ini bisa mengubah susunan tanah dan air, sementara jika jatuh di perairan akan mempengaruhi biota yang hidup di dalamnya.

Setelah menyaksikan berita bersama Kak Evan dan Sherin, teman-teman kelas 5 SD juga diajak untuk belajar membuat ringkasan berita. Dari tayangan ini, anak-anak juga banyak mendapatkan kosa kata baru. Sebut saja BMKG yang merupakan singkatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Sementara itu, klimatologi adalah ilmu yang mempelajari perubahan iklim. Atmosfer sendiri adalah lapisan yang menyelimuti bumi sampai ketinggian 300 km.
Setelah itu, siswa kelas 5 SD belajar tentang emisi kendaraan bermotor. Tenyata, emisi karbondioksida setiap kendaraan berbeda-beda. Bisa disebabkan oleh jenis mesin dan kendaraan, hingga jenis bahan bakar yang digunakan.
Gimana, seru kan Belajar dari Rumah bersama Kemendikbud untuk siswa kelas 5 SD? Temukan materi pembelajaran menarik lainnya dengan nonton program Belajar dari Rumah untuk kelas 5 SD setiap Senin-Jumat jam 10.30-11.00 WIB hanya di TVRI.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya