Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Shutterstock
Dream - Menjadi orangtua memang bukan hal yang mudah. Tak ada buku pelajaran yang bisa menjadi rujukan berisi ilmu menjadi ibu atau ayah yang sempurna. Semua dipelajari lewat pengalaman dan cara pengasuhan anak yang memiliki keunikan sendiri tak bisa dipukul rata.
Satu pelajaran yang pasti disepakati semua orang tua adalah pentingnya memberikan waktu untuk si buah hati. Tak peduli sepadat apapun jadwal bekerja ibu dan ayah, bermain bersama anak atau sekadar mengajaknay mengobrol tak boleh dilupakan.
Padatnya kesibukan dan rutinitas harian telah menghadirkan keterbatasan dalam menciptakan waktu berkualitas bersama keluarga. Yang membuat hati menangis adalah masih ada orang tua yang memanfaatkan momen langka ketika bermain bersama anak dihabiskan dengan sibuk bermain gadget.
Jika Sahabat Dream bingung terkait aktivitas quality time dengan si kecil. Hal kecil seperti memasak bersama bisa jadi pilihan nih.

“ Banyak manfaat yang bisa diraih oleh seluruh anggota keluarga melalui kegiatan memasak bersama di akhir pekan, mulai dari membangun kedekatan, kemandirian, kemampuan kerjasama, percaya diri hingga kreativitas buah hati," jelas Vera Itabiliana, Psikolog Anak dan Keluarga Tiga Generasi pada konferensi virtual Kraft Quick Melt, Senin 8 Agustus 2022.

Vera menjelaskan kegiatan memasak ini tidak hanya mendekatkan hubungan orangtua dengan si kecil. Memori aroma yang muncul selama kegiatan itu akan selalu diingat sang anak hingga dewasa kelak.
“ Memasak ini ada interaksi, diskusi dan aroma. Dan penelitian bilang, memori aroma ini yang paling lama melekat pada anak hingga dewasa nanti,” tambah Vera.
Meskipun memasak bersama terkesan mudah, ternyata masih banyak Ibu yang merasa kurang percaya diri untuk melibatkan buah hati dalam kegiatan memasak bersama.

Alasannya pun beragam, mulai dari bingung dengan menu yang itu-itu saja, anak merasa kurang antusias di dapur hingga takut gagal mencoba resep baru. Mom Influencer, Ayudia C sempat merasakan itu.
“ Memang terkadang merasa kurang percaya diri, ajak anak terlibat dalam kegiatan memasak bersama, karena takut gagal nanti. Karena ini kan berproses beberapa jam,” jelas Ayudia.
Setelah masak berjam-jam dengan anak, jika hasilnya tidak memuaskan, banyak ibu yang takut anak tidak mau memasak lagi. Hal yang terbaik menghindari kegagalan ini adalah memilih bahan yang tepat dan mudah diolah.

“ Salah satunya kreasi anti gagal berbahan bisa memudahkan Ibu-Ibu di rumah melakukan eksperimen masak bersama anak, apalagi kita bisa menerapkannya di masakan yang simpel hanya dengan bahan-bahan yang ada di rumah dan pastinya anti gagal. Pakai Kraft Quick Melt lelehnya sempurna anti gagal,” tambah Ayudia C.
Rasa Kraft Quick Melt dikenal gurih dengan tekstur lelehannya yang baik, memudahkan ibu berkreasi hanya dengan menggunakan bahan yang ada di rumah. Bahan-bahan simpel seperti telur, roti, sosis, atau mie instan yang biasanya ada di rumah bisa dipadukan Kraft Quick Melt misalnya Corn Dog Sosis Quick Melt dan Risoles Keju Lumer Quick Melt.
Sebelum memulai kegiatan memasak bersama, persiapkan hal ini yuk.
1. Bicarakan dengan semua anggota keluarga bahwa perlu ada momen berkualitas bersama keluarga. Orang tua bisa mengatakan bahwa momen ini dilakukan sebagai momen untuk membangun kedekatan (biasanya anak akan lebih terdorong untuk mau daripada ini dipandang sebagai tugas atau kewajiban).
2. Tentukan kreasi menu apa yang ingin dimasak. Sebagai contoh, setiap anggota keluarga bisa bergantian memberikan usulan masakan.
3. Pembagian tugas: ajak anak terlibat untuk berkreasi dengan bahan makanan, bisa dengan membuat atau melipat adonan, mencetak bahan, maupun kegiatan lainnya yang tidak berbahaya bagi buah hati.
4. Fokus berkegiatan dan berinteraksi bersama dengan menyenangkan (tidak perlu terlalu banyak kritik dan aturan yang tidak krusial selama momen kebersamaan ini dihabiskan).
5. Jangan lupa untuk bangun kehangatan saat menikmati sajian bersama keluarga, karena ada penelitian yang menemukan bahwa keluarga yg rutin makan bersama berdampak positif pada kesejahteraan psikologis dan perilaku anak.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya