Pria London Diklaim Berhasil Dibersihkan dari Virus HIV

Reporter : Mutia Nugraheni
Jumat, 8 Maret 2019 09:29
Pria London Diklaim Berhasil Dibersihkan dari Virus HIV
Ia menjalani transplantasi sumsum tulang belakang.

Dream - Riset seputar pengobatan HIV dan AIDS terus dilakukan oleh tim peneliti dari berbagai negara. Salah satunya oleh Ravindra Gupta, ahli biologi HIV yang mengklaim salah satu pasien, dengan sebutan 'pria London', telah bebas dari infeksi virus mematikan itu.

Pria London dengan HIV disebut-sebut sebagai orang dewasa ke dua yang bebas dari HIV. Dikutip dari Huffingtonpost, Jumat 8 Maret 2019, tes terbaru menunjukkan jejak infeksi HIV pada pria itu telah bersih.

Hal ini terjadi sekitar tiga tahun setelah pria tersebut menerima sel induk sumsum tulang dari donor yang resistan terhadap HIV dan menjalani terapi obat antiretroviral selama 1,5 tahun. Temuan ini bisa jadi titik terang para peneliti untuk segera menemukan obat untuk AIDS.

Gupta mengungkap kalau memang pasien tersebut belum sembuh total, tapi sudah dalam fase remisi. " Terlalu dini untuk mengatakan dia sudah sembuh," ungkap dia.

1 dari 1 halaman

Kondisi 'pria London' mirip dengan kasus pasien HIV-positif yang sembuh, Timothy Brown. Pria asal Amerika Serikat itu juga menerima transplantasi sumsum tulang untuk perawatan leukemia di Jerman 12 tahun lalu. Transplantasi tampaknya membersihkan infeksi HIV pada tubuhnya.

Setelah kasus Brown, para ilmuwan mencoba selama 12 tahun untuk menyalin hasilnya dengan pasien kanker HIV-positif lainnya. Pasien London, yang menderita limfoma Hodgkin, adalah orang dewasa pertama yang dibersihkan dari HIV sejak Brown.

Semangat Hidup Baru Penderita HIV/AIDS© MEN

Transplantasi sumsum tulang sebagai penyembuhan HIV adalah pengobatan dengan efek samping yang keras. Tetapi The New York Times melaporkan bahwa para ilmuwan berpikir trik tersebut bisa membuat sistem kekebalan tubuh jadi resisten terhadap virus HIV.

" Ini akan menginspirasi orang-orang bahwa penyembuhan bukanlah mimpi," kata Dr. Annemarie Wensing, ahli virologi di University Medical Center Utrecht, kepada Times.

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More