Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
HIV/ AIDS
Dream - Riset seputar pengobatan HIV dan AIDS terus dilakukan oleh tim peneliti dari berbagai negara. Salah satunya oleh Ravindra Gupta, ahli biologi HIV yang mengklaim salah satu pasien, dengan sebutan 'pria London', telah bebas dari infeksi virus mematikan itu.
Pria London dengan HIV disebut-sebut sebagai orang dewasa ke dua yang bebas dari HIV. Dikutip dari Huffingtonpost, Jumat 8 Maret 2019, tes terbaru menunjukkan jejak infeksi HIV pada pria itu telah bersih.
Hal ini terjadi sekitar tiga tahun setelah pria tersebut menerima sel induk sumsum tulang dari donor yang resistan terhadap HIV dan menjalani terapi obat antiretroviral selama 1,5 tahun. Temuan ini bisa jadi titik terang para peneliti untuk segera menemukan obat untuk AIDS.
Gupta mengungkap kalau memang pasien tersebut belum sembuh total, tapi sudah dalam fase remisi. " Terlalu dini untuk mengatakan dia sudah sembuh," ungkap dia.
Kondisi 'pria London' mirip dengan kasus pasien HIV-positif yang sembuh, Timothy Brown. Pria asal Amerika Serikat itu juga menerima transplantasi sumsum tulang untuk perawatan leukemia di Jerman 12 tahun lalu. Transplantasi tampaknya membersihkan infeksi HIV pada tubuhnya.
Setelah kasus Brown, para ilmuwan mencoba selama 12 tahun untuk menyalin hasilnya dengan pasien kanker HIV-positif lainnya. Pasien London, yang menderita limfoma Hodgkin, adalah orang dewasa pertama yang dibersihkan dari HIV sejak Brown.

Transplantasi sumsum tulang sebagai penyembuhan HIV adalah pengobatan dengan efek samping yang keras. Tetapi The New York Times melaporkan bahwa para ilmuwan berpikir trik tersebut bisa membuat sistem kekebalan tubuh jadi resisten terhadap virus HIV.
" Ini akan menginspirasi orang-orang bahwa penyembuhan bukanlah mimpi," kata Dr. Annemarie Wensing, ahli virologi di University Medical Center Utrecht, kepada Times.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya