Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
(c) Kapanlagi.com/Muhammad Akrom Sukarya
Dalam kurun waktu beberapa pekan terakhir, jagat media sosial dihebohkan oleh fenomena Citayam Fashion Week. Hal ini pun menyita atensi dari banyak pihak lantaran sisi keunikan yang dihadirkan.
Bukan fashion week biasa, Citayam Fashion Week ini diikuti oleh segerombolan pemuda yang berasal dari Citayam, Kabupaten Bogor yang pamer aksi di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Pada awalnya, sekelompok remaja ini hanya sebatas nongkrong di Dukuh Atas. Namun atensi lebih dihadirkan content creator yang datang ke Dukuh Atas untuk mewawancarai mereka.
Dari video wawancara yang berkaitan dengan cita-cita, kisah asmara, dan cerita khas anak muda yang diunggah ke media sosial tersebut menjadikan tren ini Citayam Fashion Week ini muncul. Terlebih, beberapa remaja Citayam ini kerap menjadi sorotan seperti Jeje ‘Slebew’, Bonge, Kurma, dan Roy. Bukan hanya nongkrong, nyatanya satu aspek menarik yang dihadirkan remaja ini adalah mereka menggunakan fashion item yang menarik untuk disimak.
Selain ‘nongkrong’ dan menghabiskan waktu bersama teman-temannya, mereka pun datang ke Dukuh Atas dengan outfit yang unik nan keren. Sebagai contoh, Jeje ‘Slebew’ sering menggunakan sleeveless top atau tank top dengan bawahan sweatpants yang membuatnya terlihat seperti model sungguhan. Lain halnya dengan Bonge yang biasanya menggunakan kaus, jaket bermotif ramai, topi, dan kacamata hitam.
Dengan outfit-outfit nyentrik tersebut, para remaja Citayam berjalan di Area Dukuh Atas layaknya seorang model. Aksi inilah yang kemudian disebut sebagai Citayam Fashion Week.
Hadirnya fenomena ini pun semakin tidak mengherankan jika Citayam Fashion Week kemudian dilirik oleh masyarakat dari Jakarta dan sekitarnya. Mereka turut datang ke Dukuh Atas untuk melihat dan memeriahkan keunikan fashion week tersebut. Bahkan, sebagian masyarakat penasaran dengan inspirasi fashion yang dipilih para remaja Citayam.
Tidak mengherankan jika fenomena Citayam Fashion Week kemudian dilirik oleh masyarakat dari Jakarta dan sekitarnya. Mereka turut datang ke Dukuh Atas untuk melihat dan memeriahkan keunikan fashion week tersebut. Bahkan, sebagian masyarakat penasaran dengan inspirasi fashion yang dipilih para remaja Citayam.
“ Aku beli baju, celana, sama jaket ini di Racun Shopee Citayam yang ada di aplikasi Shopee. Soalnya model baju-bajunya cocok di aku dan banyak diskonnya. Jadi, aku bisa ganti-ganti baju yang keren terus setiap hari,” jelas Kurma di area Citayam Fashion Week, Selasa (2/8/22).
Bukan cuma Kurma, Bonge yang namanya sedang mahsyur berkat Citayam Fashion Week juga menjelaskan jika inspirasi outfit miliknya berasal dari Racun Shopee Citayam.
“ Waktu itu, aku denger dari Kurma sama temen-temen aku di sini kalau ada Racun Shopee Citayam. Pas aku cek, ternyata bajunya bagus-bagus dan produk lokal. Cocok banget buat dipakai ke Citayam Fashion Week, apalagi jadi bisa ganti-ganti karena pilihannya banyak. Misalnya hari ini aku pakai kaus sama celana ini, kan, kapan-kapan aku bisa pakai ini lagi tapi ditambah jaket gitu,” tambah Bonge.
Setelah redaksi mengecek aplikasi Shopee, ternyata benar bahwa terdapat kampanye Racun Shopee Citayam yang menawarkan berbagai kurasi outfit brand lokal dengan berbagai promo.

Roy, ikon Citayam Fashion Week lainnya yang populer di kalangan anak muda, juga mengatakan bahwa ia dan teman-temannya menyukai Racun Shopee Citayam. Ia kerap mendapat inspirasi padu padan outfit-nya di sana.
“ Iya sama, aku juga sering buka Racun Shopee Citayam soalnya lengkap. Makasih, Shopee, udah dukung anak-anak Citayam kayak aku dan temen-temen buat jadi lebih kreatif,” kata Roy.
Aksi remaja Citayam yang melenggang seperti model profesional memang bukan satu-satunya alasan masyarakat untuk menyaksikan Citayam Fashion Week. Mereka juga menikmati outfit nyentrik yang digunakan Kurma.
Citayam Fashion Week seakan telah menjadi angin segar bagi para pecinta fashion street. Buktinya, hingga kini, Citayam Fashion Week masih menjadi daya tarik tersendiri. Masyarakat dari luar kota pun turut datang ke bilangan Dukuh Atas untuk menikmati aksi fashion para remaja Citayam.
Bahkan, kini remaja yang turut meramaikan Citayam Fashion Week tak lagi hanya berasal dari Citayam. Sebagian juga berasal dari daerah-daerah lain yang disebut dengan SCBD (Sudirman, Citayam, Bojong Gede, dan Depok).
Sementara itu, masyarakat sekitar berpendapat jika Citayam Fashion Week dianggap sebagai wadah para remaja dari daerah-daerah penopang Jakarta untuk mengekspresikan dirinya melalui fashion.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya